HOME/RUMAH

Sabtu, 30 Desember 2017

Jalan Pedang Kita



:  Ujianto Sadewa
Tahukah kau,
sudah lama kutinggalkan puisi.
Padahal ia karib paling sunyi.
Di dunia ingar tapi sepi
dalam kesunyian hakiki,
yang menyesakkan dan menyesatkan diri.

Aku tersaruk mencari wujud puisi.
Tapi ia raib dikepung rimba denotasi.
Aku mengejar konotasi demi menjelmakan
metafora muram.
Tapi hidup telah lama mengkhianatiku
pada puisi, hingga ia tak tergapai lagi.

Mungkin aku telah berkhianat
pada pilihan naïf yang dulu kukira
jalan pedangku selaku samurai
kata-kata.

Dan tahukah kau,
aku belum sanggup menjelma ronin
atau shugyosa seperti dirimu.
Mungkin aku tak ingin.

Aku samurai murtad
yang kehilangan pedangnya,
digadai nasib sial dan amuk kutuk.
Cipeujeuh, 3 Desember 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak persahabatan berupa komentar agar bisa menjalin relasi sebagai sesama blogger. Soalnya suka bingung, SILENT READER itu siapa saja, ya? :D