Kamis, 09 Agustus 2018

Bahasa Indonesia dalam Pembacaan Seorang Tunarungu


Oleh Rohyati Sofjan


*Narablog di https://.rohyatisofjan.blogspot.co.id



Adalah hal yang melegakan jika saya bisa memahami apa yang dibaca dalam pembacaan tulisan berbahasa Indonesia. Memahami bahasa bagi seseorang yang telah kehilangan fungsi pendengaran sejak usia ± 6 tahun ternyata tidak mudah.
Saat masih kecil, ketika membaca suatu kata atau istilah yang tak dimengerti (entah dalam buku, majalah, atau koran), saya merasa terasing dalam planet sunya ketika dunia begitu ingar.

Selasa, 07 Agustus 2018

Puisi Medium Refleksi dan Terapi



Oleh Rohyati Sofjan


REFLEKSI bermakna gerakan atau pantulan di luar kesadaran sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Puisi pada hakikatnya refleksi penyair terhadap hal-ihwal dari sekitar yang diserap masuk ke dalam diri. Puisi adalah medium (alat) bagi penyair untuk mengungkapkan tumpah-ruahnya rasa dan pikir dalam balutan bahasa yang cenderung sastra agar menggugah.
Dan selain sebagai refleksi (cerminan diri), puisi pun berfungsi sebagai alat untuk menerapi. Angga Wijaya, penyair kelahiran Negara, Bali, 14 Februari 1984; mendedahkan semua tumpah-ruah yang menghantamnya ke dalam antologi puisi Catatan Pulang (Pustaka Ekspresi, 2018). Sebagai refleksi sekaligus terapi!
Angga berani membuka diri perihal dirinya sebagai ODS (orang dengan skizofrenia),

Jumat, 20 Juli 2018

Forrest Gump, Sisi Satir dari Lari



KETIKA buku kategori best seller difilmkan, pembaca fanatik buku tersebut harus siap menerima kenyataan bahwa filmnya akan menyorot hal lain yang berbeda dari isi buku. Dan itulah yang terjadi dengan Forrest Gump!

Minggu, 01 Juli 2018

Mengapa Saya Bisa Typo atau (Mestinya) Salah Ketik?




TYPO bukanlah kata dari tipografi alias ilmu cetak atau seni percetakan, melainkan terjemahan dari bahasa Inggris untuk kesalahan cetak. Namun entah mengapa, banyak yang menggunakan istilah typo meski yang dimaksud bahwa penulisnya salah ketik.
Kalau sudah dalam buku terbit atau digital, bisa saja bukunya dikatain ada atau banyak yang typo karena penulisnya ceroboh salah ketik dan editornya tak teliti memeriksa proses penyuntingan.
Jika tulisan yang ada atau banyak salah ketik tersebut tayang di blog atau media daring, apakah masih layak disebut typo?

Barudak Ngarujak, Permainan Orang Kampung yang Tak Digerus Kekinian



HARI Minggu kemarin teman-teman Palung, para anak tetangga, pada main ke rumah kami. Yah, rumah Palung dan mamah plus bapaknya, he he. Ngapain saja? Ngegim di komputer punya mamah yang lagi sibuk urus rumah sekalian bantu Ayu anak kelas 4 SD ngerjain PR-nya.
Urusan PR Ayu kelar, mamah lagi masak untuk makan siang, mendadak Palung bilang ingin ngerujak. Mamah yang lagi ngulek bumbu untuk masakan bilang cobeknya dipakai dulu, dan nyuruh ngerujak pepaya. Ada banyak buah pepaya

Sabtu, 30 Juni 2018

Paku Nyai Kunti



Carita: Ani Suhartini


PEUTING bulan moncorong sawareh katutupan mega hideung. Kuring indit ka lembur niat rek sungkem ka indung. Kajadian anu matak sieun jeung keueung. Bulu punduk tingsariak. Kasieun beuki gede pas motor pareum di sasak wahangan Cicupu deukeut tangkal waru doyong. Kuring ngomong na jero hate, duh naha bet mogok palebah dieu, dalah dikumaha motor teu hurung-hurung. Kuring negerkeun hate supaya gede wawanen, kuring neuteu bulan nu endah tapi siga neundeun kasedih.
Keur anteng kitu kasampak digigireun aya

Kamis, 28 Juni 2018

Naik Sado dan Makan-makan Asyik di Alun-alun Limbangan




PALUNG paling senang jika naik sado. Kala bayi saja dan masih enen, doi sudah pintar menunjuki setiap sado yang lewat di jalan raya kecamatan dengan takjub. Menepuk muka mamah yang menggendongnya pakai aisan, lantas bilang sambil tangannya menunjuk segenap semangat khas bayi yang baru belajar bicara, “Sado! Sado!” Dan segera menggerakkan bokongnya atas-bawah di aisan, seakan ingin menandak-nandak.
Mamah cuma bisa mengiyakan saja, dunia bayi Palung adalah