HOME/RUMAH

Jumat, 31 Januari 2014

Dikencingi Monyet



Dikencingi Monyet

Oleh Rohyati Sofjan


K
ejadiannya saat usia saya baru 10 tahun di bulan Desember 1985, ikut dalam rombongan pegawai PJKA (sekarang PT KAI) berwisata ke Solo. Bagi orang Bandung yang terbiasa dengan udara sepoi-sepoi menggigit, Solo terasa panas, apalagi saat memasuki istana Kesultanan Surakarta bagi anak kecil macam saya tak terlalu menarik maklum belum mengerti artinya. Paling melihat museum, lalu kraton dan di sana ada Mbok-mbok main congklak. Itu saja. Bosan.
Namun tidak saat bus yang kami tumpangi keluar Kota Solo, meliuk-liuk melewati pegunungan. Saya takjub apalagi udaranya sejuk dan pemandangannya luar biasa indah. Dari kejauhan sudah terlihat air terjun Grojogan Sewu, Tawang Manggu yang  sangat terkenal itu.
Rupanya kami memang ke sana Akan tetapi, berhubung hari masih pagi dan tamannya belum dibuka maka rombongan menunggu di luar. Eh, ada banyak monyet nongkrong di sana. Lucu-lucu plus nakal. Saya tertawa geli saat ada seekor monyet menggerayangi travelling bag milik seorang rekan Bapak. Pintar sekali mereka membuka risleting dan mengacak-acak isinya. Karuan pemiliknya yang lengah sewot lalu menghalau monyet kurang ajar itu. Mereka jinak. Namun simpati saya luntur pas asyik duduk-duduk di pagar pipa besi, tahu-tahu ada benda cair mengucur mengenai kepala saya.
Hujan? Saya meraba kepala yang basah, eh kok bau? Astagfirullah, saat saya mendongak ke atas, ada monyet pipis dengan cueknya di atas palang besi paling tinggi. Kurang ajar! Saya buru-buru menyingkir dari TKP dengan perasaan gondok dan malu, habis ikut jadi bagian atraksi tontonan.
Kepala saya telanjur basah, rambut lengket dan baunya ngejubileh! Baru kali ini saya dikencingi “saudara tua” sendiri, haha. Saya betul-betul nelangsa harus jadi pispot berjalan. Untunglah taman segera dibuka dan saya bisa mandi di toilet umum. Lumayan, airnya sedingin es. Brrrr….***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak persahabatan berupa komentar agar bisa menjalin relasi sebagai sesama blogger. Soalnya suka bingung, SILENT READER itu siapa saja, ya? :D