Sabtu, 18 November 2017

“Scarlet Heart: Ryeo”, Dikelilingi Para Cogan dalam Wujud Pangeran




Bagaimana rasanya?
Ketika Go Ha Jin yang tenggelam di danau peristirahatan, tepat saat gerhana matahari, raga dan jiwanya mendadak terlempar ke masa silam. Muncul lagi tepat di kolam pemandian air panas  para pangeran di istana Kerajaan Goryeo, Songak. Mundur ke masa lebih dari seribu tahun lampau dalam wujud Hae Soo yang serupa dengannya. Pada masa pemerintahan raja pertama pendiri dinasti Goryeo, Taejo Wang Geon.
Dia membuat 6 dari 8 orang pangeran menyukainya dan berteman baik dengan mereka. 4 orang di antaranya jatuh cinta pada Hae Soo. Kepribadiannya yang menawan malah membuatnya terlibat dalam intrik politik yang rumit membelit di istana, berkaitan dengan perebutan takhta di antara para pangeran sendiri yang ingin menjadi raja.
Itu drakor (drama Korea) yang bagus menurut saya, meski sempat sebal karena Hae Soo yang periang lambat laun jadi lemah tak berdaya dan jantungan menghadapi aneka tekanan sampai fitnah kejam yang harus dialaminya. Tekanan dalam perebutan takhta itu rumit dan nyelekit. Penuh pertumpahan darah.
Ehm, banyak adegan yang bikin saya haru berat sampai ikut mewek bersimbah air mata. Itu drakor paling tragis daripada “Moonlight Drawn by Clouds” yang nuansa riangnya lebih kentara. Suka banget, deh, menonton drama sejarah dalam balutan silat. Ada yang suka juga?
Sebagai catatan, bagi yang belum tahu, istilah cogan artinya cowok ganteng. Baru tahu istilah itu setelah awal bulan Januari 2017, gara-gara galau tak bisa mengakses internet karena modem Telkomsel Flash dengan kartu Simpati sulit menangkap sinyal akibat posisi rumah, jadi malah nonton film Jepang bergenre dorama romantis “Ookami Shoujo to Kuro Ouji”. Kentaro Sakaguchi emang ganteng, hehe, tapi Yamazaki Kento yang juga main dalam film “L.D.K.”, “Orange”, “Another”, dan “Heroine Shikaku”, ”Death Note 1-2-3” (hanya itu yang baru saya tonton!) juga gak kalah gantengnya. Yup, ganteng-imut!.
Hahaha, sudah jadi emak-emak yang di mata anak muda tak lebih dari seorang tante-tante terancam menopause beberapa tahun mendatang, masih baper (terbawa perasaan) nonton film drama romantis padahal suami sendiri mengaplikasikan makna tersebut dengan caranya yang beda dari adegan film.
Berbahagialah para istri yang bersuamikan tipikal tanggung jawab, perhatian, kasih-sayang, dan hal-hal positif lainnya meski beda dengan karakter dalam film. Kita harus bersyukur untuk itu karena anugerah tersebut belum tentu orang lain dapatkan. Masih banyak yang harus bergulat dalam KDRT atau pengabaian tak berujung.
Saya suka karakter Wang So, ia jantan sebagai lelaki dengan caranya. Rela mempertaruhkan nyawanya berkali-kali demi menyelamatkan Hae Soo dari beragam fitnah, percobaan pembunuhan, sampai patah hati. Sayang, sad ending.
Bagaimana pendapat Anda tentang Wang So, pangeran ke-4, yang pada akhirnya menjadi Raja Goryeo ke-4 dengan sebutan Gwangjong? Ada yang baper juga? Atau jadi kepo, apa bagi orang Korea angka 4 membawa makna tersendiri?
Pada mulanya saya suka Wang Wook, pangeran ke-8 yang tampan dan cerdas, sayang ia malah jadi pengecut. Dan pada akhirnya, hidupnya serupa ungkapan Shakespeare, “Cowards die anytime before their death!
Positif dari drakor adalah bisa nobar alias nonton bareng dengan suami saat senggang, biasanya di malam hari karena ia sibuk kerja tiap hari jadi laden alias pembantu tukang bangunan demi anak dan istri, Senin sampai Minggu setiap harinya jika dapat tawaran kerja -- dengan upah 60 ribu per hari. Ada semacam bonding (ikatan) karena nobar drakor atau dorama. Mungkin bisa lebih menggugahnya agar lebih tahu ada banyak, lho, lelaki tipikal romantis yang bisa melelehkan hati perempuan karena sikap tanggung jawab dan melindungi.
Asal tahu saja, bagi saya nilai plus film atau drama serial bukan cuma tampang cogan melainkan pengarakteran mereka dalam menyampaikan pesan cerita bermutu. Kita butuh film yang bukan cuma hiburan semata, ‘kan?***
Cipeujeuh, 22 Januari 2017     
PS.
Terima kasih untuk sahabat baikku, Ipah, karena putri tersayangnya mengizinkan saya selalu sedot koleksi film dari netbook lalu laptopnya. Bagi movie lover, bandar film adalah penyelamat kegalauan, tinggal sedot kala tak bisa unduh sendiri karena jaringan internet super-duper lelet tak terpakai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak persahabatan berupa komentar agar bisa menjalin relasi sebagai sesama blogger. Soalnya suka bingung, SILENT READER itu siapa saja, ya? :D