HOME/RUMAH

Sabtu, 18 November 2017

Kau yang Bernama Februari





Tidakkah kau tahu hadirmu adalah gigil
bagi jiwaku yang dilebam hening.
Kaulah musim semi sekaligus dingin.
Serbuk sari memadati udara, diembus angin
bercampur derai hujan yang menyalib musim.

Aku tahu di setiap tikungan nasib
selalu ada kau dengan senyummu yang menenangkan.
Membuai jiwaku terbang dari semadi panjang
ruang kehampaan.

Kau pernah membuatku ingin menari-nari
hilang kendali, pada suatu malam.
Kala aku menyeberang perempatan
Jalan PETA-Lingkar Selatan.

Kaulah impian tak berujung sekaligus nyata
yang terkadang raib untuk diraba.
Dan punggung tegapmu  perlahan menjauh
kala aku mencoba menghimpun asa
untuk menyentuh.

Kaulah musim semi sekaligus gigil bagi tubuh!
Cipeujeuh, 4 Februari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak persahabatan berupa komentar agar bisa menjalin relasi sebagai sesama blogger. Soalnya suka bingung, SILENT READER itu siapa saja, ya? :D