HOME/RUMAH

Kamis, 06 Maret 2014

Nge-blog Itu Penting Bagi Karier

Nge-blog Itu Penting Bagi Karier

Oleh Rohyati Sofjan


Ada banyak alasan napa gue back to blog again!
Dulu gue pernah bikin blog di Multiply, tapi berhubung gak nyaman dengan cara penyebaran hasil postingan yang bisa ke Multiply orang lain hanya karena ia teman dari teman gue, gue udahan ikutannya. Bikin blog baru di Wordpress yang cara kerjanya gak kayak Multiply. Gue malu kalau postingan gue menyebar kayak kinerja Twitter zaman sekarang. Apalagi gue sering nulis “seseorang”, dan gak mau dong tulisan tentang “seseorang” itu dibaca temannya. Mokal gombal!
Berhubung guenya jarang ke warnet (bukan gak mau tapi gak bisa keseringan karena gue tinggal di sudut kampung nun di lereng gunung dan jauh dari kecamatan), maka gue jarang bisa urus blog di WP. Blog http://rohyatisofjan.wordpress.com dan http://bundapalung.wordpress.com  benar-benar gak keurus. Tambah telantar karena gue bingung gimana cara mendandaninya. Gue udah pusing merombak tampilan dan isi dari awal lagi. Gak punya panduan soal WP.
Gitu bisa beli modem Smartfren (sori, promoin apa yang gue pakai karena dengan merek ini suka ada suka-dukanya), sebagai modem pertama agar leluasa ngenet sambil kerja di rumah, gue kepikiran untuk bikin blog baru. Kok bikin yang baru, gak urus yang lama?
Pada dasarnya gue hobi eksplorasi dan malas ulangin isi blog di WP yang tampilannya amburadul saking gaptek, maka gue coba bikin baru di blogspot. Alasannya simpel, gue udah punya akun di Gmail, dan kebetulan juga gue  kala googling cara bikin blog nemunya di urutan teratas ya di blogspot, hehe.
Maka, di bulan Desember nan basah di luar rumah karena hujan rajin mengguyur bumi, gue improvisasi isi blog. Pajang karya lama yang kebanyakan dari inbox mail Yahoo. Gak banyak-banyak amat sih dibanding karier nulis gue yang nyaris 14 tahun jalan di tempat.
Penting bagi gue punya blog, soalnya angot lihat orang lain bisa lebih maju karena jadi blogger juga. Gue bikin personal blog dengan nama http://rohyatisofjan.blogspot.com. Iya personal banget pakai nama gue sendiri. Biar mudah dicari, mudah terdeteksi rangkingnya oleh Alexa, dan orang-orang tahu bahwa itu emang blog gue bukan blog aspal. ‘Kan sesuai akun Gmail gue, hehe.
Isi blog gue itu hanya sebatas tulisan, pokoknya hal yang berhubung dengan literasi. Abis pekerjaan gue kan penulis bukan pebisnis. Tapi bolehlah gue disebut bisnis kecil-kecilan, jual tulisan ke media agar dimuat dan dapat duit sebagai honornya. Lumayan untuk bantu suami yang pekerjaannya cuma buruh tani plus buruh bangunan serabutan. Lumayan untuk jajan anak kami. Lumayan pula untuk tambah tabungan demi masa depan yang lebih baik.
Gue ini blogger gaptek, segala group tentang blog di Facebook diikuti. Ikut karena dirasa penting bagi kemajuan masa depan karier gue agar lebih cemerlang, ikut agar beroleh ragam info, ikut karena tiap group blogger itu punya karakteristik yang berbeda. Ikut agar tambah gaul dan meningkatkan trafik gue di Alexa; kalau banyak teman berarti banyak pengunjung blog gue juga. (Modus simbiosis!)
Maka, pertama kali yang gue ikuti adalah Emak-emak Blogger, ‘kan gue emak satu anak. Senang aja gabung dan gaul bareng emak-emak pintar, biar gue ketularan pintarnya meski cuma seorang emak yang tinggal di kampung. Beragam info up to date bisa gue dapetin dari mereka. Yaa, khas emak sih.
Hobi baru yang disebut blogwalking ini malah mengenalkan gue pada group blogger lain di FB, Warung Blogger.  Gue daftar dan alhamdulillah diperkenankan masuk oleh adminnya. Mungkin karena nama gue belum masuk black list mana pun. Soalnya untuk masuk sana susah juga, group tertutup, sama susahnya kayak Emak-emak Blogger yang khusus untuk para emak, hehe. Lagian sebagai blogger baru gak sempat jadi biang kerok, sibuk ngerokin suami kalau masuk angin bisanya.
Di group inilah gue jadi bisa tahu blog lain yang asyik disambangi. Blog kaum laki juga, gitu. Dan dari blog ini gue jadi tahu acara Giveaway yang diadain Ichsan Ramadhani, pemilik blog Ayam Sakit di http://ayam-sakit.blogspot.com.  Empunya blog gabung di Blogger Energy. Gue gak tahu group blogger apaan, tapi gue tertarik gabung juga. Siapa tahu bisa ketularan anak muda banget. Yap, jadi emak gaul yang bisa nulis ngocol. Gak emak mellow bergalau-galau. Hia…!
Usia gue udah 38 tahun, gue bisanya nulis hal serius. Berat-berat. Kayak artikel,  resensi buku, esai sastra, cerpen dan cernak, novelet juga, plus puisi. Tapi gue gak bisa nyamain betapa hepinya blogger muda mengisi blog mereka dengan hal lucu dan unik. Gue ketat dan taat asas berbahasa Indonesia yang baik dan benar, bahasa baku gitu. Gak bisa bahasa gaul, gak paham bahasa alay, ketinggalan lampu petromak.
Maka, gue coba gabung di group Blogger Energy yang juga punya web di http://bloggerenergy.com. Lumayan berat syaratnya sih. Harus nulis artikel tentang alasan bikin personal blog segala. Makanya gue ngarang deh tulisan ini. Tapi emang gak dikarang-karang amat. Ini cuma hasil karangan gue yang ditantang ngarang. Kok ribet bermain kata dasar ‘karang’ gitu?
Semoga aja gue diperkenankan masuk. Diperkenankan kongkow bareng anak muda blogger yang gaul punya dan culun isi blognya. Gue tahu kayaknya udah kebanyakan ikut group blogger nih, dan ada group yang dipajang logonya di blog gue. Bikin penuhin widget segala, apa bakal bikin berat diakses karena terlalu banyak hiasan, jadi loading lama? Gue gak tahu. Masih awam banget soal itu.
Hem, cita-cita gue adalah suatu saat kelak bisa nulis buku (apa saja) yang isinya tentang anak muda banget. Bisa enggak ya? Gue tahunya Raditya Dika doang yang gitu, tapi ternyata semakin sering blogwalking dan gaul di dunia perblogan, gue jadi tahu masih banyak spesies blogger culun yang kreatif dan gokil abis. Gue cuma bisa mangap, abis penemuan mereka tentang isi dunia dan serbaneka peristiwa emang absurd dan tak terbayangkan oleh gue yang miskin imajinasi.
Maka dengan segala kerendahhatian, gue berharap bisa diizinkan gabung dengan Blogger Energy. Gue emang sudah gabung di D’blogger (lalu ada anggotanya yang langsung jeblosin gue ke Blogger Garut karena sesama orang Garut, dan gue oke-oke saja), lalu Orange Blogger setelah blogwalking ke blog peserta Giveaway. Ibaratnya, gue ini seorang pembelajar yang ingin belajar dari mana saja.
Sori kalau tulisan gue panjang dan gak asyik. Gue lagi belajar.
Selesai. (Serius banget sih gue ini. Yaelah, nulisnya sambil nahan pipis segala. Kebanyakan doping kopi. Pusing dengan akses internet yang sering lelet.)
Limbangan, Garut, 6 Maret 2014


(Group Facebook Blogger Energy)


6 komentar:

  1. setuju banget teteh sama pendapat nge-blog ini. makanya diriku rajin-rajin nulis di Poetrafoto Photography Blog ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blog Abah keren. Bisa jadi panduan fotografi bagi siapa pun. Doain moga kelak saya bisa nyusul punya kameranya, hehe.
      Makasih sudah mampir, ya.

      Hapus
  2. Waah emak emak gaul nih. FYI aja, di BE juga ada emak emak gaul. Namanya Kak Mei. Cuma dia belom punya anak sih. Hehe.

    Sedikit kaget juga kalo ternyata mbak ini udah berumur 38 tahun. Gaya bahasanya udah nyoba menyelami anak gaul Indonesia masa kini gitu. Haha. Usaha nya patut di acungin jempol nih. Soalnya menurut gue, dari lingkungan, status, keadaan aja udah bikin kita pasti terpaku dan monoton dengan apa yang seharusnya di jalani. Tapi mbak malah dengan giat nya ngeblog ala gaul dan fresh gitu kan pasti susah banget. Gak kaya biasanya gitu. Pola pikir udah mateng banget pula. Hehe. Saluuut deh.

    Btw, selamat datang ea di keluarga BE ini. Keluarga nya kecil aja. Tapi indah dan nyaman banget loh mbak. Moga sih gitu.

    Moga betah ya dan semangat ngeblog nya makin menjadi-jadi.

    Salam kenal dari kunti kunyuk ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woi, makasih dah komen. Senang banget bisa gabung di BE, dapat tambahan anggota keluarga baru. Hehe. Emang gak mudah ber-gue lagi. Sekarang juga bingung kalau komen di BE atau BW ke sesama BE harus gunain bahasa apa? Gak semua BE pake bahasa gaul 'kan? Hehe.
      Makasih Kunti Kunyuk sudi mampir. :)

      Hapus
  3. selamat datang di BE, salam kenal.
    semoga cita-citanya tercapai, ini memang membutuhkan "modus simbiosis" gak bisa dipungkiri lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih. Hihihi, modus simbiosis itu emang bagus sejauh jadi mutualisma. Gak mau 'kan kita jadi parasit. :) Makasih dukungannya dan penerimaan di BE.

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak persahabatan berupa komentar agar bisa menjalin relasi sebagai sesama blogger. Soalnya suka bingung, SILENT READER itu siapa saja, ya? :D