HOME/RUMAH

Kamis, 22 Maret 2018

Ada Banyak di DAMN! I LOVE INDONESIA



FASHION bukan lagi sekadar pelengkap melainkan kebutuhan masyarakat untuk menunjang identitas diri mereka. Fashion atau bahasa serapannya ‘fesyen’ berubah-ubah seiring laju dinamika masyarakat dalam menghadapi perubahan masa.
Tren boleh berganti, dan Daniel Mananta dengan brand DAMN! I LOVE INDONESIA, menawarkan beragam fesyen produknya yang berupaya up to date, bahkan cenderung mainstream menciptakan tren tersendiri sesuai visi dan misi idealisme perusahaan.
Saya pernah baca kisah Daniel di suatu majalah, lama sekali. Ia cenderung idealis, berupaya mengenalkan produk buatan Indonesia sebagai barang berkualitas dengan brand­-nya.
Mengapa harus label DAMN! I LOVE INDONESIA?
DAMN, bisa jadi inisial nama Daniel Mananta sendiri, bukan kata makian seperti damned. Namun bisa juga sebagai bahasa slang anak muda damn-nya untuk sesuatu yang meledak-ledak, seperti semangat patriotisme yang dituangkan dalam bentuk produk.
Namun yang sebenarnya DAMN adalah singkatan dari PT. Dinamika Anak Muda Nasional, sebuah perusahaan yang didirikan pada tanggal 28 Oktober 2008.
Wow, itu, ‘kan, hari Sumpah Pemuda! Keren banget Bang Daniel dengan DAMN! I LOVE INDONESIA mewujudkan semangat patriotismenya sebagai anak muda bagi anak muda Indonesia.
Mari kita mengenal profil perusahaan tersebut.

Cara setiap orang buat bikin maju Indonesia berbeda-beda, ini cara Damn! I Love Indonesia! Pakaian itu paling bisa jadi petunjuk identitas seseorang, sekaligus jadi pesan berjalan buat masyarakat luas. Kita mau buat orang sadar kalau jadi orang Indonesia adalah super membanggakan. Dari sana, orang akan bisa lebih menghargai, menjaga, dan memajukan negara yang punya begitu banyak harta ini. Dan semua itu bukan lagi terasa seperti kewajiban, tapi suatu kesenangan. Senang mencintai Indonesia! (Daniel Mananta, Founder & CEO)
Setiap produk Damn! I Love Indonesia dibuat dengan perhitungan penuh: ada unsur budaya tradisional, pop culture, trend kontemporer dan modernisasi untuk kaum urban yang juga hidup di lingkungan 'complex'! Tapi itu intinya, wherever, whenever, dan whoever yang pakai produk kita, akan ingat kembali untuk cinta Indonesia! Lalu dari rasa cinta Indonesia itu, membuat semua orang Indonesia yang meski berbeda-beda, bisa makin cinta satu sama lainnya. (Win Satrya, President Director)
Masih banyak orang yang menganggap produk buatan Indonesia punya kualitas yang tidak bagus. Itu salah satu dorongan buat semua tim Damn! I Love Indonesia untuk terus work the best & do the smartest dalam menghasilkan setiap produknya dan membawanya ke masyarakat. Di samping itu, kita senang sekali begitu banyak dukungan dari masyarakat dalam perjalanan kita selama ini, cinta kalian buat Indonesia jadi motivasi untuk Damn! I Love Indonesia memberikan kembali dalam bentuk yang lebih baik. Let's love Indonesia more, TOGETHER! (Martina Halim, Director)
Tentu ada banyak insan hebat lainnya di balik layar DAMN! I LOVE INDONESIA sehingga tumbuh kembang sebagai perusahaan besar sampai sekarang. Memiliki banyak gerai. Dan toko daring utamanya adalah www.damniloveindonesia.com.
Melongok toko daring tersebut, kita akan dibawa menjelajahi semangat fesyen lewat beragam produk urban wear khas anak muda kekinian. 


Tokonya juga disusun dengan pengategorian yang memudahkan kita mencari dan memahami. Seperti MALE, FEMALE, EXPLORE, COLLECTION, JUNIOR, LOOKBOOK, HOW TO ORDER, OUTLETS, dan SPOTLIGHT.

Jika kita sorot dan ketuk MALE, misalnya, maka akan muncul beragam pilihan produk untuk pria muda dan dewasa berupa tees, polo shirt, shirt, hoodies & sweater, jacket, caps, pants, dan accessories.


Begitu pun dengan FEMALE.
Yang jelas, situsnya selalu diperbarui dengan ragam produk baru, dan jika stok habis maka akan ada pemberitahuan berupa tulisan empty di halaman yang kita ketuk.
Kisaran harga produk pakaian di DAMN! I LOVE INDONESIA rata-rata di atas 200 ribu rupiah, ada juga di bawahnya. Dengan segmen kelas menengah ke atas tidak bisa dikatakan mahal karena mengedepankan kualitas produk (bahan dan desain). Cocok bagi anak muda urban kekinian yang mengedepankan fesyen sebagai bagian dari identitas: bangga sebagai orang Indonesia!
Ada banyak toko cabang alias outlet DAMN! I LOVE INDONESIA di berbagai kota besar Indonesia. Memudahkan pelanggan untuk melihat langsung produknya seperti apa. Dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Makassar, dan Manado.
Ayo, kita cintai produk Indonesia seperti idealisme DAMN! I LOVE INDONESIA sendiri.
Cipeujeuh, 21 Maret 2018
~ Foto dan sumber tulisan dari situs www.damniloveindonesia.com
  

Rabu, 21 Maret 2018

Bab 3 Pendekatan Kontekstual dalam Matematika


G.  Metodologi Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SDN Kec. Limbangan, Kab.Garut. Dengan subjek penelitian adalah siswa SD sebanyak 22; 7 lelaki, dan 15 perempuan. Fokus dalam penelitian berupa proses mengindentifikasi sifat-sifat bangun datar di kelas V SD semester 2.

1. Metode dan Desain Penelitian.

Persiapan yang dilakukan adalah meminta izin kepada pihak kepala sekolah tempat peneliti bekerja sebagai guru kelas V, mengadakan observasi dan wawancara, mengidentifikasi permasalahan pembelajaran matematika di kelas V, merumuskan metode terbaik yang akan digunakan, dan menyusun teknik pemantauan pada setiap tahap penelitian.
2. Subjek Penelitian
Penelitian dilakukan pada siswa kelas V SD Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

3. Definisi Operasional

Ada 3 siklus  sebagai pemantau pemberian tindakan dan mengevaluasinya.
Siklus I                                  
Tindakan 1:
Setelah diperoleh gambaran kelas, perhatian, aktivitas siswa, dan prestasi pelajaran matematika, maka siswa dibentuk ke dalam empat kelompok kemudian dilakukan tindakan. Tujuannya untuk menanamkan pemahaman terhadap materi bangun datar, yang terdiri dari tujuh sub konsep, yaitu:
a) pengertian persegi;
b) pengertian persegi panjang
c) pengertian segitiga
d) pengertian trapesium
e) pengertian jajargenjang
f) pengertian belah ketupat
g) pengertian layang-layang

Tindakan 2:
Melakukan pemantauan terhadap proses belajar dan aktivitas siswa dengan menggunakan format yang telah disediakan. Sasarannya kepada keterlibatan siswa dalam diskusi, pemahaman konseptual, dan pemahaman prosedural siswa.

Tindakan 3:
Melakukan analisis data berdasarkan hasil observasi dan pekerjaan siswa. Ditindaklanjuti dengan wawancara kepada beberapa siswa untuk mengetahui pemahaman siswa secara konseptual. Dan sebagai refleksi, peneliti merencanakan untuk melakukan siklus I bila ditemukan siswa yang belum memahami konsep yang diberikan.

Siklus II
Tindakan 1:
Siklus II dilakukan untuk menanamkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran bangun datar yang terdiri dari dua sub konsep, yaitu:
a) mengindentifikasi sifat-sifat bangun datar;
b) mengindentifikasi cara menghitung luas dan keliling bangun datar;

Tindakan 2:
Melakukan pemantauan terhadap proses pembelajaran dan aktivitas siswa dengan menggunakan format yang telah disediakan. Sasarannya kepada keterlibatan siswa dalam diskusi, pemahaman konseptual, dan pemahaman prosedural siswa pada masalah mengindentifikasi sifat-sifat bangun datar.

Tindakan 3:
Melakukan analisis data berdasarkan hasil observasi dan pekerjaan siswa. Ditindaklanjuti dengan wawancara kepada beberapa siswa untuk mengetahui pemahaman siswa secara konseptual. Dan sebagai refleksi, peneliti merencanakan untuk melakukan siklus II bila ditemukan siswa yang belum memahami konsep yang diberikan.

Siklus III
Tindakan 1:
Siklus III dilakukan menanamkan pemahaman siswa terhadap pembelajaran bangun datar yang terdiri dari empat sub konsep, yaitu:
        a) menggambar bangun datar dengan media kertas berpetak;
        b) menggambar bangun datar dengan===;
        c) ;
        .
     Tindakan 2:
            Melakukan pemantauan terhadap proses pembelajaran dan aktivitas siswa dengan menggunakan format observasi yang telah disediakan. Sasarannya kepada keterlibatan siswa dalam diskusi, pemahaman konseptual, dan pemahaman prosedural siswa pada masalah geometri bangun datar.

      Tindakan 3:
Melakukan analisis data berdasarkan hasil observasi dan pekerjaan siswa.             Ditindaklanjuti dengan wawancara kepada beberapa siswa untuk mengetahui pemahaman siswa secara konseptual. Dan sebagai refleksi, peneliti merencanakan untuk melakukan siklus III bila ditemukan siswa yang belum memahami konsep yang diberikan.
           

4. Instrumen Penelitian


Sesuai dengan tujuan penelitian, maka pengumpulan data diperoleh dari:
a.    Tes Tertulis
Berupa LKS dan tes akhir pembelajaran untuk memperoleh gambaran penguasaan siswa pada materi pelajaran berupa mengindentifikasi sifat-sifat bangun datar.
b.    Format Observasi
Digunakan untuk mengetahui gambaran tentang keterlibatan siswa dalam diskusi. Pemahaman siswa secara konseptual dan prosedural, dan sikap guru pada saat pembelajaran yang dilakukan oleh pengamat khusus yang membantu peneliti dan guru sebagai peneliti.
c.     Catatan Lapangan
Digunakan untuk menuliskan kejadian-kejadian yang dianggap penting dan perlu untuk didiskusikan.
d.    Panduan Wawancara
Kegiatan ini dilakukan kepada beberapa siswa yang dapat mewakili kelas setelah pembelajaran berakhir. Bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa secara konseptual dan prosedural pada konsep geometri bangun datar berupa mengindentifikasi sifat-sifatnya, tanggapan siswa selama proses pembelajaran, dan untuk mengetahui kesulitan-kesulitan siswa selama pembelajaran.
e.    Dokumentasi
Diperoleh dari hasil pekerjaan siswa selama pembelajaran.

5. Teknik Pengumpulan Data


            Untuk mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan ditentukan oleh analisis hasil tes tertulis, analisis hasil observasi, analisis hasil wawancara, dan ditindaklanjuti dengan triangulasi.
a)     Tes Tertulis: berupa permasalahan/petunjuk yang mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri konsep yang dipelajarinya. Terfokus pada materi  mengindentifikasi sifat-sifat bangun datar.
b)    Observasi: bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai proses pembelajaran matematika dalam hal minat dan aktivitas siswa serta kegiatan guru.  Peneliti dibantu seorang observer, yang merupakan rekan peneliti sendiri, dan bertugas mengamati proses tersebut.
c)     Wawancara: dilaksanakan antara guru dan siswa pada setiap akhir tindakan penelitian. Siswa yang diwawancarai adalah 3 orang yang masing-masing mewakili kelompok pandai, sedang dan kurang. Hasil wawancara dicatat pada lembar wawancara sebagai data untuk diolah pada langkah selanjutnya.
d)    Triangulasi: merupakan proses memastikan sesuatu dari berbagai sudut pandang, dapat dilakukan melalui pengambilan data dari berbagai narasumber, sampai diskusi antara guru sebagai peneliti dan observer, kemudian dicocokkan dengan literatur yang diambil.

6. Analisis Data untuk Pengujian Hipotesis

            Untuk melakukan pengujian hipotesis, maka data yang dikumpulkan dianalisis terlebih dahulu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan menggunakan prosentase dan analisis data  kuantitatif dengan mencari x (rata-rata hitung) untuk mengetahui sampai sejauh mana ketercapaian/keberhasilan siswa (n: banyak sampel) setelah tindakan dilakukan dan variansi (s2), serta simpangan baku (S) dimaksudkan untuk memperoleh gambaran peningkatan keberhasilan proses pembelajaran dari satu tindakan ke tindakan berikutnya.

x = Σ ( fi . xi )
n
s2 =  nΣ  x -  ( Σ x2 )
n ( n - 1)
S = √S2
Keterangan:
x     = rata-rata hitung
n     = banyak sampel
fi.xi = hasil perkalian skor dengan frekuensi skor yang bersangkutan
s2      = variansi
S    = simpangan baku
∑x  = jumlah skor secara keseluruhan
∑x2 = jumlah kuadrat setiap skor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


H. Jadwal Kegiatan


No.
JENIS KEGIATAN
WAKTU PELAKSANAAN


Januari
Februari
Maret
April


1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4

A. Persiapan
















1
Penyusunan
x















2
Seminar Proposal

x














3
Perizinan


x













4
Penyusunan Teknik Penelitian



x













B. Pelaksanaan
















1
Siklus I

















Tindakan 1




x












Tindakan 2





x











Tindakan 3






x









2
Siklus II

















Tindakan 1







x









Tindakan 2








x








Tindakan 3









x






3
Siklus III

















Tindakan 1










x






Tindakan 2











x





Tindakan 3












x




C. Pelaporan
















1
Pengumpulan Data
















2
Pengolahan Data
















3
Analisis Data
















4
Penulisan laporan
















5
Penggandaan Laporan
















6
Penyerahan Laporan
















 

 










I. Daftar Pustaka


Ahmad, D. (1995). Pengelolaan Kelas di Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Hatimah, I. Dkk. (2010). Penelitian Pendidikan. Bandung: UPI PRESS.
Mulya, Z. (2006). Belajar Matematika untuk SD Kelas V. Bandung:  Sarana Panca Karya Nusa.

Noornia, A. dan Yurniwati. (2008). Metode Pembelajaran Matematika 1 dan 2. Jakarta: Azka Press.

Prabawanto, S dan Mujono. (2010). Statistika dan Peluang. Bandung: UPI PRESS.
Purwanto, M. N. (2007). Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis. Bandung:  Remaja Rosdakarya.

Miptah (2009). Pendekatan Problem Solving dalam Pembelajaran Keliling dan Luas Bangun Datar di Kelas IV Sekolah Dasar. Proposal PGSD UPI Bandung. Tidak dipublikasikan.
.
Saud, Udin S dan Sutarsih, C. (2010). Pengembangan Profesi Guru. Bandung: UPI PRESS.
.
Sudjana, N. (2009). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Suhendra dan Suwarma, Dina M. (2009). Kapita Selekta Matematika. Bandung: UPI PRESS.

Supiadi, Dedi (2010). Pendekatan Konstruktivisme dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Pembelajaran  Bangun Ruang di Kelas V Sekolah Dasar. Proposal PGSD UPI Bandung. Tidak dipublikasikan.

Suwangsih, E dan Tiurlina. (2010). Model Pembelajaran Matematika. Bandung: UPI PRESS.

Tim penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia 3. Jakarta: Balai Pustaka.

Tim Yayasan Pendidikan Haster. (2004). Ikhtisar rumus-rumus Lengkap Matematika untuk SD. Bandung: Pionir Jaya.

Undang, G. (2008). Teknik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Sayagatama.
www.anneahira.com/pengaruh-disiplin-terhadap-prestasi-belajar, ditelusuri pada tanggal 31 Januari 2012.
www.gambar.mitrasites.com/bangun-datar, ditelusuri pada tanggal 31 januari 2012.
www.id.wikibooks.org/wiki/subjek/matematika, ditelusuri pada tanggal 31 Januari 2012.
www.rumusterbaru.blogspot.com/2011/10, ditelusuri pada tanggal 31 Januari 2012.