HOME/RUMAH

Sabtu, 02 Juni 2018

Yuk Belajar EYD bareng Cikgu Anna Farida





EYD (ejaan yang disempurnakan) telah beroleh perubahan istilah baru menjadi EBI (ejaan bahasa Indonesia) pada tanggal 30 November 2015. Meskipun demikian, apa pun penamaaanya, tabik untuk Cikgu Anna Farida, pengasuh ruang belajar bahasa Indonesia di group IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis) dengan hastag #IngatEYD (dan juga kini #IngatEBI) yang isinya tetap relevan sampai sekarang.
Buku digital (ebook) Bercanda dengan EYD yang dipajang di situsnya www.annafarida.com, bisa kita unduh secara gratis alias cuma-cuma. Jadi, bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana cara menulis yang baik itu bisa belajar di sini.
Saya tak tahu apa alasan beliau menyediakan unduhan ebook gratis di situsnya yang jelas tak gratis karena domain com. Ada 3 ebook gratis yang dipajang di sana. Situs tersebut berisi daftar buku terbit karyanya. Mungkin beliau ingin sedekah ilmu. Apalagi Bercanda dengan EYD merupakan hasil diskusi mengenai bahasa dan kebahasaan bareng ibu-ibu yang tergabung di group IIDN.
Penyampaian yang dilakukan Cikgu Anna pada ibu-ibu kala membahas soal bahasa disajikan dengan ringan, santai, namun serius. Banyak bercandanya namun itu tak mengapa karena kaum ibu biasanya malas dengan ulasan pakar bahasa yang sok serius dan tanpa ha ha-hi hi.
Secara pribadi saya kenal Cikgu sekira tahun 2014 lalu di dumay. Kadang juga SMS-an kala saya terpaksa terhenti dari dumay karena sarana (komputer dan modem) rusak dan prasarana (sinyal) jelek. Cikgu itu orangnya terbuka dan enak diajak ngomong. Candaannya yang tak garing menunjukkan bagaimana beliau itu. Seorang yang ramah, periang, supel, dan memahami ilmu psikologi.
Tak heran, saya mengidolakan beliau soalnya ada nilai tambah: sama-sama cinta bahasa Indonesia!
Kecintaan yang saya maksud adalah bagaimana beliau mengupas bahasa Indonesia dan fenomena berbahasa masyarakat yang sedang tren pada para ibu yang sedang belajar menulis di group IIDN. Itu sangat membantu sekali!
Saya kagum karena ilmu Cikgu jauh melampaui saya. Jelas beliau pun merupakan penulis favorit saya karena tulisannya enak disampaikan namun dalam pembahasan yang serius sekaligus bernas.
Buku terakhir yang baru saya baca adalah Single Mom Berbagi Cerita. Itu Anna Farida banget! Merangkum kisah para ibu single dengan gaya bertutur yang enak sekaligus apik dan filosofis.
Niat Cikgu Anna Farida betapa mulia, berupaya menebarkan rasa cinta pada bahasa Indonesia dan cara mempelajarinya agar kita bisa menulis secara tepat dalam pilihan kata sampai tanda baca.
Bahwa bahasa Indonesia pada dasarnya sebagai bahasa persatuan kita bukanlah bahasa cemen atau nyeremin.
Cikgu Anna merangkum hasil diskusi di kelas #IngatEYD group IIDN bersama para ibu yang beragam namun memiliki kesamaan minat, doyan menulis dan serius ingin jadi penulis.
Rumpi bahasa bareng para ibu itu heboh dan lucu namun bermanfaat dan menambah ilmu. Sebagai guru yang memahami pendidikan psikologi, Cikgu Anna tahu bagaimana menggiring para ibu untuk memahami dasar menulis yang baik: penguasaan bahasa dan cara berbahasa sekaligus peletakan tanda baca.
Obrolan ringan sekaligus santun pun menjadi hal yang mengasyikkan. Membahas pengenalan bahasa atau istilah kekinian secara seru dan bercanda sehingga ibu-ibu merasa nyaman belajarnya. Betapa terasa beda jika belajar langsung pada pakar bahasa yang sudah sangat berpengalaman namun menyampaikan hasil pengajaran secara kaku.
Kecenderungan para ibu untuk rumpa-rumpi-rempong seakan beroleh saluran agar tambah pintar berkat kelas #IngatEYD asuhan Cikgu Anna Farida.
Ebook setebal 301 halaman ini cukup lengkap mengupas tren berbahasa yang terjadi dalam kurun waktu tahun 2012 sampai 2015. Banyak sekali hal yang bikin heboh para ibu untuk membahasnya berkat Cikgu.
Meski itu sudah lama dan sekarang tahun 2018, isi rumpian para ibu dengan panduan Cikgu Anna Farida masih relevan sampai sekarang.
Bahkan, saya saja malah banyak tidak tahunya, he he. Mari kita unduh agar tahu lebih banyak dan belajar sama-sama.
Saya ini bukan orang baru dalam kepenulisan namun tetap harus senantiasa disegarkan ingatan dan pemahaman dalam hal berbahasa dan cara penulisan. Maklum, faktor U bisa membuat saya cepat lupa akibat penurunan daya ingat. Juga faktor K alias kebiasaan kerap membuat saya bingung dan butuh rujukan.
Faktor K terjadi kala saya ragu akan sesuatu, bagaimana cara menulis yang tepat gegara saya banyak baca hal yang salah penyampaiannya dari penulis lain. Seperti antre atau antri, mana yang tepat? Yah, buka KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia memang bagus sebagai rujukan, namun jika kita baca buku digital Cikgu akan terasa beda, atmosfer diskusinya hidup dan mudah melekat di benak hingga merasuk dalam bawah sadar sebagai kebiasaan, tidak lagi dibingungkan rujukan yang salah.
Bercanda dengan EYD membahas soal cara penulisan, kata baku, tanda baca, pemahaman bahasa, perbedaan kata depan dan imbuhan, pun kata yang sedang ramai digunakan alias kekinian.
Tidak hanya itu saja, Cikgu kerap mengajak para ibu untuk belajar membuat kalimat. Bermain dengan bunyi atau apa saja. Jadi, tidak hanya penghafalan semata pelajarannya melainkan mengajak para ibu doyan rumpi itu untuk aktif terlibat dalam diskusi sekaligus praktik menulis.
Asyik banget.
Jika Anda kepo ingin ikut belajar bareng Cikgu, silakan unduh ebook-nya.
Meski EYD telah berubah jadi EBI itu hanya penamaan. Dari yang disempurnakan telah bermetamorfosis jadi Bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia pada dasarnya dinamis berkat dinamika masyarakat sendiri.
#Cipeujeuh, 4 Mei 2018
~Foto sampul e-book dari situs www.annafarida.com
#BahasaIndonesia #IngatEYD #IngatEBI #CikguAnnaFarida

11 komentar:

  1. wah malu banget aku baru tau EYD ganti jadi EBI -_-
    ih barusan ngliat sekilas ebooknya, sedep juga ya buat dibaca
    tapi gimana ya caranya hafal seambrek gitu? kadang2 lupa aja gitu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo unduh dan baca, sangat bermanfaat, kok. :D
      Soal lupa, ya 'kan sambil praktekin. Kita belajarnya bareng ibu-ibu yang rempong urus rumah tangga. Masa eneng yang masih SMA tak ikutan belajar bareng para ibu. Dijamin asyik! :D

      Hapus
  2. Baru tau kalau EYD udah ganti jadi EBI. Belum download ebooonya tapi pengen secara kalau nulis kadang suka ngasal, pokoknya suka-suka. Walau kadang-kadang buka kbbi online juga kalau mau nulis. Membantu banget buat nulis TA :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba saja unduh ebook dari situs Bu Anna Farida. Rumpian mengenai bahasanya asyik banget dan seru. Mudah dipahami pula. Sebagai seseorang yang suka menulis alangkah baiknya jika kita punya bekal. :)
      Soal nulis ngasal, saya uga masih suka gitu. Cuma peduli pada kaidah cara penulisan saja. Mudah dipelajari dan dipahami, kok, jika sambil dipraktekin. :D Makasih sudah mampir. :)

      Hapus
  3. Wah keren ada ebooknya gratis..Semoga banyak yg unduh supaya bisa berbahasa Indonesia dgn baik dan benar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mak Leyla. Diskusinya asyik, 'kan khas kaum ibu yang cenderung ngobrolin sesuatu secara ringan. Seakan belajar sambil bercanda dan bermain. Makasih sudah mampir melipir ke sini. :) Senangnya!

      Hapus
  4. Kayaknya perlu download buat baca2 deh, biar nulisnya makin rapi dan makin EBI.. Soalnya udah pengen mulai nulis pakai bahasa yang lebih tertata nggak sok gaul-gaulan lagi .Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he, sykurlah, Bang. Biar editor nyaman kala hendak periksa sebelum nerbitin buku Abang lagi.
      Gaul itu tetap oke, cuma ada batasan bahwa kita sesuai kaidah penulisan. Saya juga pakai bahasa gaul namun upayakan rapi agar kata depan tak bertukar tempat dengan imbuhan. Juga hal lainnya. Saya selalu upayakan elajar dari teman lain yang lebih paham. Jadi gelas kosong yang siap diisi. :)

      Hapus
  5. Setelah baca kata 'gratis' langsung cus ke blognya Mba Anna Farida. Baru baca-baca dikit, dan kayaknya akan jadi wish list reading~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukur, alhamdulillah, semoga berfaedah. :) Hatur nuhun pisan. Selamat jadi narablog keren yang nanti bahasanya kian apik dan terlatih. :)

      Hapus
  6. Mau coba liat ebook nya ya Mbak. Kayaknya sih bagus n bermanfaat. Makasih infonya loh.

    Sering2 buat tulisan gini. Hihi

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak persahabatan berupa komentar agar bisa menjalin relasi sebagai sesama blogger. Soalnya suka bingung, SILENT READER itu siapa saja, ya? :D