HOME/RUMAH

Minggu, 04 Februari 2018

Kepada Fanan Ketika Harap Tak Terucap




Aku tersesat di kampung sunyi yang merentang jarak antara kita.
Dan akar-akar sepi hanyalah malam-malam panjang dan beku;
berjuntaian kala berbaring di ranjang:
sendiri tanpa pernah mengenal hangat tubuh lelaki.

Tidak juga napasmu.
Temu kita barangkali butuh sekadar waktu untuk meyakinkan diri,
sebelum gugup berdegup atau maut keburu mencerabut.

#Cipeujeuh, 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak persahabatan berupa komentar agar bisa menjalin relasi sebagai sesama blogger. Soalnya suka bingung, SILENT READER itu siapa saja, ya? :D