HOME/RUMAH

Selasa, 23 Januari 2018

Makalah Perubahan Sosial



MAKNA  PERUBAHAN SOSIAL


Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Sebagai akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu lahirlah kelompok-kelompok sosial (social group) yang dilandasi oleh persamaan kepentingan. Dalam kelompok sosial yang telah tersusun susunan masyarakatnya akan terjadi perubahan, sebab itu mutlak adanya.
Perubahan sosial adalah perubahan dalam interaksi antar-orang, organisasi, atau komunitas. Dapat menyangkut mode, transportasi, pertambahan penduduk, sampai perilaku anak muda.yang mengacu pada tren bahkan bahasa. Jadi, istilah lengkapnya adalah “perubahan sosial-kebudayaan”, sebab manusia tak dapat dipisahkan dengan kebudayaan itu sendiri.
Untuk memahaminya adalah membuat rekapitulasi dari semua perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Seperti mencoba mengungkap kejadian yang sedang berlangsung di tengah masyarakat. Hal macam itu biasanya dituangkan dalam tulisan yang dipublikasikan media massa, seperti Ekky Imanjaya yang menyorot masalah bahasa populer anak muda saat ini sebagai “bahasa alay”.
Ada yang mengatakan “alay” adalah “anak layangan”; yang berarti norak atau kampungan. Kata “kampungan” tidak harus ditujukan pada kelas sosial, karena dalam bahasa alay, ada kata lebay (artinya: berlebihan). (“Majalah Tempo”, 2 Agustus 2010)
Semua perubahan itu menyangkut faktor yang bisa jadi bergerak pada bentuk baru, boleh juga bentuk yang sudah ada di waktu lampau. Wilbert Moore, mendefinisikan perubahan sosial sebagai “perubahan penting dari struktur sosial”. Struktur sosial adalah pola-pola perilaku dan interaksi sosial.
Jadi, perubahan sosial adalah proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. Ada tiga tahap yang memengaruhinya:
1.      Invensi: proses ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan
2.      Difusi: proses ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial
3.      Konsekuensi: perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Terjadi jika penolakan atau penerimaan ide baru itu mempunyai akibat. Ya, seperti bahasa alay yang berterima dalam kehidupan kita, namun tidak sedikit pula yang menganggapnya merusak kaidah bahasa yang ada.

Pada beberapa pemikir terdapat tiga tipe perubahan: peradaban, budaya, dan sosial.
A. Perubahan Peradaban
V. Gordon Childe, arkeolog, mendefinisikan peradaban sebagai suatu transformasi elemen-elemem budaya manusia. (Transformasi menurut KBBI 3 berarti perubahan rupa; baik dalam bentuk, sifat, fungsi, dsb.) Yang berarti, transformasi dalam penguasaan tulis-menulis, metalurgi (ilmu tentang pengerjaan logam), bangunan arsitektur monumental, perdagangan jarak jauh, standar pengukuran panjang dan berat, ilmu hitung, alat angkut, cabang-cabang seni dan senimannya, surplus produksi, sistem pertukaran atau barter, penggunaan alat bajak atau alat bercocok tanam lainnya.
Secara lebih mendasar, tingkat peradaban terekspresikan dalam tiga indikator utama:
  1. bahasa,
  2. budaya (segala bentuk dan ragam seni, ilmu pengetahuan dan teknologi),
  3. agama.
Ketiganya menjadi ciri suatu bangsa atau ras tertentu, beserta suku-sukunya dalam wilayah geografis masing-masing.
Akan tetapi, dalam memaknai perubahan peradaban kita harus berpedoman bahwa tidak semua yang kontemporer itu baik, dan sebaliknya yang lama itu usang serta tidak relevan dengan kehidupan saat ini.
Pendidikan adalah syarat mutlak berkembangnya peradaban. Sebab bisa menciptakan SDM yang mampu membawa perubahan peradaban ke arah yang lebih baik.

B. Perubahan Kebudayaan
Adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidaksesuaian unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Masuknya mekanisme pertanian mengakibatkan hilangnya beberapa jenis teknik pertanian tradisional, seperti menumbuk padi di lesung diganti oleh huller di pabrik penggilingan padi. Buruh penumbuk jadi kehilangan pekerjaan.
Perubahan dalam kebudayaan mencakup kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, sampai aturan organisasi sosial.
Pada masyarakat yang tergolong sahaja, relatif jarang dan lamban perubahannya. Sebab elemen dasarnya seperti tradisi, ritual, dan hierarki sosial dipegang kuat oleh warganya.
Menurut W.J.H. Spoot, ada perubahan yang datang dari luar seperti visi, kependudukan, kolonialisme, sampai wabah penyakit.
Ada juga perubahan dari dalam, dibagi:
  1. Perubahan episode: terjadi sewaktu-waktu, disebabkan oleh kerusuhan atau penemuan.
  2. Perubahan berpola: direncanakan sebagaimana yang dilakukan dalam pembangunan.
Ada tiga sebab perubahan sosial:
1.      faktor fisik dan biologis,
2.      faktor teknologi,
3.      faktor budaya.
Menurut Eisentadt, institusionalisasi merupakan proses penting untuk membantu berlangsungnya transformasi potensi umum perubahan sehingga menjadi kenyataan sejarah.
Pendidikan harus dipandang sebagai institusi penyiapan anak didik untuk mengenali hidup dan kehidupan itu sendiri. Bukan untuk belajar tentang keilmuan dan keterampilan. Sebab, yang terpenting bukanlah mengembangkan aspek intelektual melainkan pengembangan wawasan, minat dan pemahaman terhadap liingkungan sosial budayanya.

 

MAKNA MODERN


Sampai sekarang dan mungkin masa yang akan datang, pengertian modern bagi banyak orang tidak dipahami dengan baik.. Faktor yang menyebabkannya adalah generasi demi generasi selalu saja bermunculan.
Istilah modern berasal dari kata latin, “sekarang ini”.
Perbedaan antara kata dan istilah terletak pada cakupannya, kata mengandung makna relatif sempit; istilah relatif luas. Dalam masyarakat kita istilah modern sudah mulai familiar, meski banyak juga yang verbalisme. Menurut KBBI 3, verbalisme berarti: pandangan di dunia pendidikan yang mendidik anak untuk banyak menghafal.
Tujuan modern agar proses perubahan sesuai harapan dan dapat memajukan kehidupan masyarakat pendukungnya serta meminimalkan dampak negatifnya. Proses semacam itu disebut modernisasi.
Modernisasi bersanding dengan rasionalisasi, yang berarti dilihat dari segi manfaat. Itu mengakibatkan pemikiran menjadi pragmatis; kebenaran bersifat empiris, artinya konsep-konsep keilmuan disandarkan pada teori dan hukum.
Sikap modern adalah persyaratan yang mutlak dimiliki anggota masyarakat agar dapat mendukung proses pembangunan berkelanjutan.

Ciri-ciri orang modern:
  1. tidak bergantung pada orang lain.
  2. menghargai waktu,
  3. rasional menggunakan akalnya dalam setiap tindakan,
  4. memahami pentingnya komunikasi dan teknologi informatika,
  5. menyukai mobilitas dan menerapkan budaya baca-tulis dalam keseharian.

CATATAN:
Makalah ini merupakan hasil kerja keras saya demi membantu orang lain untuk tugas kuliahnya. Hasil kutip sana-sini dari berbagai sumber yang ahrus saya baca, dan menyusunnya agar runtut dan jelas. Namun saya kapok jadi ghost writer karena bayarannya tak sepadan dengan waktu, pikiran, dan tenaga yang dikeluarkan. Ada insan yang kurang menghargai nilai intelektual orang lain karena diri sendiri pada dasarnya tak mau repot dan menganggap hal gampang padahal tak bisa ngerjain sendiri tanpa bantuan.
Saya pajang makalah ini daripada ngendon sia-sia di folder komputer, siapa tahu ada yang menghargai dan membutuhkannya. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak persahabatan berupa komentar agar bisa menjalin relasi sebagai sesama blogger. Soalnya suka bingung, SILENT READER itu siapa saja, ya? :D