Kamis, 11 Januari 2018

Ketika Rohyati Disalahkaprahkan jadi Rohayati




NAMA asli saya Rohyati. Sofjan adalah tambahan dari nama belakang alm. bapak, R. Soepeny Sofjan, keturunan Jawa-Bali. Dan mungkin juga Bugis karena buyut saya, R. Mas Mad Marlin dari pihak nenek asal Jembrana, jika ditelaah dari segi nama (Mad Marlin) menurut Angga Wijaya, kawan penyair yang berasal dari Negara, Bali.
Oke, itu sejarah singkat silsilah keluarga untuk menjelaskan mengapa sepertinya alm. bapak ngasi nama anaknya cuma satu suku kata, doang. Jadi saya tambahkan nama belakangnya sebagai bagian dari klan.
Bapak lucu, seperti suka ngasi akhiran i di belakang suku kata nama, kakak tiri saya bernama Murdiati, kakak kandung Purwadi. Plus Mur dan Pur, hehe. Jujur saya tidak tahu arti nama mereka. Kalau arti nama sendiri, sih, tahu, roh yang hidup. Keren, gak? Mungkin ada sebabnya dikasih nama gitu, agar saya tetap hidup kala bayi.
Kala SD dan SMP, guru dan teman sekelas tak pernah salah sebut atau tulis nama. Namun kala SMU, entah bagaimana mulanya, dalam daftar absensi saya malah jadi Rohayati. Padahal dalam rapot, NEM (Nilai Ebtanas Murni), sampai STTB (ijazah kelulusan), tetap Rohyati.
Alhasil, selama 3 tahun bersekolah di sana, nama saya jadi salah kaprah. Teman-teman suka banget panggil nama saya secara utuh, entah apakah mereka merasa nyaman mengucapkannya. Ro-ha-ya-ti kayak ringan. Jadi, bukan orang Jepang saja yang merasa kesulitan melafalkan nama saya hingga ngasi vokal a pada dua huruf konsonan yang berdekatan kayak ‘hy’.
Barangkali ada kesalahan di bagian administrasi, salah ketik nama, jadinya saya tetap didaulat sebagai Rohayati. Padahal bapak sampai menegur saya, kala baca surat pemberitahuan dari sekolah karena nama saya ditulis Rohayati. Tidak sesuai akte lahir dan kartu keluarga, hehe.
Lucu memang, hanya di daftar absensi saja salahnya, namun teman-teman dan para guru kayak terbiasa. Jadi tak peduli kalau dalam buku pelajaran, ulangan harian, ulangan semester, atau hal lainnya saya tulis nama dengan tepat, masih ada sebagian guru yang memanggil saya dengan nama populer itu.
Dan ketika bersua lagi di jejaring dunia maya dengan teman-teman SMU Al Fatah, Balubur Limbangan, Garut. Tanpa dosa mereka menyapa saya Rohayati. Duh, lengket, banget, padahal nama akun Facebook saya Rohyati Sofjan, hihi.
Urusan nama ternyata ribet, ya. Yang lebih parah barangkali Muhammad Afif kawan blogger saya, sama pihak sekolah malah ditulis jadi Arif padahal ia hendak ujian namun namanya malah tak terdaftar. Benar-benar gawat. Yang gawat itu pelaku salah ketik nama. Kasihan Afif. *NgurutDada
Sekian saja klarifikasi soal nama dari saya. Saya baru bangun tidur jam 3 lebih, langsung nyalain komputer dan colok modem, lalu buka laman blog kawan. Komputer ditinggal untuk urusan panggilan alam dan tahajud dulu. Loading sempat lama juga kala buka blog kawan karena tampilan fotonya terlalu besar sedang sinyal yang masuk rumah ngos-ngosan jika mendung dan hujan.
Bagi kawan blogger, sekadar saran dari saya, mungkin ada baiknya pasang foto jangan berukuran terlalu besar agar yang blogwalking mudah isi komen karena tampilan berat bikin yang berumah di lokasi susah sinyal kelimpungan ngadepin loading super-duper lelet. Duh, kalimatnya panjang.
Sekian dulu, saya lapar. Mau bikin nasi goreng sederhana. Hari sudah terang. Jam 05.33. Rebus air untuk termos dan manaskan sayur sisa kemarin sudah dari tadi.
Salam.
Cipeujeuh, 10 Januari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak persahabatan berupa komentar agar bisa menjalin relasi sebagai sesama blogger. Soalnya suka bingung, SILENT READER itu siapa saja, ya? :D