HOME/RUMAH

Sabtu, 28 Desember 2013

Bahaya Mie Instan

Dapat dari blog http://infoindonesiakita.com/2009/08/21/bahaya-mie-instant/
Semoga bermanfaat karena ada adik sepupu kawan saya yang meninggal akibat kebanyakan makan mie dan minuman soda, plus sambal botolan, plus merokok, plus makanan kaleng kayak sarden. Berhati-hatilah dalam urusan perut, jangan sampai tubuh kita terzalimi. Terima kasih. Semoga admin infoindonesiakita tak keberatan berita ini dipajang di blog saya dalam label kesehatan, agar bisa jadi pengingat.
Salam,
Rohyati Sofjan



Posted on Agustus 21, 2009 by Admin

mie instanBanyak anak kecil yang suka mie instan. Kadang selain tiap hari, bisa jadi mereka makan mie instan 2 kali atau bahkan selalu makan mie instan. Ini karena rasa mie instan yang gurih sekali karena memakai berbagai bumbu yang tak jarang berbahaya bagi kesehatan seperti MSG, perasa buatan sehingga rasanya jadi seperti rasa ayam, sapi, bakso, dsb, pengawet buatan, dan sebagainya.

Di tabloid Nova dikisahkan seorang anak yang bernama Hilal ususnya harus dipotong karena kebanyakan makan mie instan.
Sebaiknya jangan biarkan anak makan mie instan. Jika pun harus, masaklah air yang banyak. Sisihkan sebagian air untuk kuah dan masukan ke piring. Setelah itu baru masukan mie. Buang air rebusan mie (jangan dimakan). Bumbu cukup separuh dan perbanyak airnya hingga penuh agar bumbunya jadi hambar.
Memang jadinya kurang begitu enak. Tapi itu lebih baik ketimbang usus harus dipotong seperti kasus anak di bawah ini.
Di Kompas.com diberitakan Petugas Departemen Kesehatan dan Makanan Taiwan melakukan razia mendadak ke beberapa toko dan menyita mi instan Indomie produksi Indonesia. Mereka menyatakan, mi instan buatan Indofood tersebut mengandung dua bahan yang tidak diperkenankan untuk digunakan dalam makanan dan dilarang diperjualbelikan.
http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/08/beritaraziaindomie.jpg?w=468
Menurut tes yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Taiwan, Indomie memiliki 2 bahan pengawet yang tidak lolos dalam klasifikasi barang impor, yaitu bahan pengawet hydroxy methyl benzoate pada minyak dan bahan pengawet benzoic acid pada bumbunya.
Kepala administrasi bagian medicine food Wang Shu Fen menyatakan, hydroxy methyl benzoate biasanya dipakai untuk bahan kosmetik. Taiwan sendiri melarang memakai bahan pengawet ini di dalam makanan. Adapun benzoic acid dipakai untuk bahan pengawet makanan, tetapi dilarang dipakai di mi instan. Bahan pengawet ini jika dikonsumsi berkepanjangan akan merusak kinerja liver, sakit maag, muntah, dan keracunan asidosis metabolik.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/10/11/09130294/Indomie.Dirazia.Depkes.Taiwan
Sementara Pemerintah Singapura mengadakan investigasi pada produk Indomie untuk memastikan apakah Indomie mengandung kedua bahan berbahaya tersebut. Menurut AVA (Agri-Food and Veterinary Authority), Singapura juga tidak mengizinkan pemakaian zat pengawet itu pada produk mi instan.
Ada pun pemerintah Indonesia menyatakan Indomie aman karena kedua bahan berbahaya tersebut masih “dibawah ambang” batas pemakaian.
Dari DetikFinance diberitakan bahwa Sofyan Wanandi menyatakan kasus Indomie itu sekedar salah kirim. Indomie yang seharusnya untuk pasar Indonesia, ternyata terkirim ke Taiwan. Akibatnya, pemerintah Taiwan melarangnya karena mengandung Nipagin yang dilarang dipakai sebagai pengawet makanan di sana.
Usus Dipotong akibat Kebanyakan Mi Instan

Jumat, 21 Agustus 2009 | 12:38 WIB
Laporan wartawan NOVA Ester Sondang
MAKSUD hati membantu suami menambah penghasilan, apa daya anak jadi korban. Akibat kerap meninggalkan buah hatinya, Hilal Aljajira (6), Erna Sutika (32) kini harus menelan pil pahit. Usus Hilal bocor dan membusuk hingga harus dipotong. Rupanya tiap hari Hilal hanya menyantap mi instan karena di rumah tak ada orang yang memasakkan makanan untuknya. Berikut cerita Erna.

Saat usia Hilal menginjak 2 tahun, aku memutuskan bekerja, membantu keuangan keluarga mengingat
penghasilan suamiku, Saripudin (39), kurang mencukupi kebutuhan keluarga.

Aku bekerja di perusahaan pembuat bulu mata palsu, tak jauh dari rumah kami di Garut. Setiap berangkat kerja, Hilal kutitipkan kepada ibuku. Di situ, ibuku kerap memberinya mi instan. Bukan salah ibuku, sih, karena sebelumnya, aku juga suka memberinya makanan itu jika sedang tidak masak.

Ternyata, Hilal jadi “tergila-gila” makanan itu. Ia akan mengamuk dan mogok makan jika tak diberi mi instan. Ya, daripada cucunya kelaparan, ibuku akhirnya hanya mengalah dan menuruti kemauan Hilal. Lagi pula, kalau tidak diberi, Hilal pasti akan membeli sendiri mi instan di warung dekat rumah dengan uang jajan yang kuberikan. Praktis, sehari dua kali ia makan mi instan.
http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/08/miekompas.jpg?w=468&h=360
Dua kali dipotong
Kamis, 20 November 2008, Hilal mengeluh sakit perut. Kupikir sakit biasa. Anehnya, setelah tiga hari, sakitnya tak kunjung hilang dan ditambah ia tidak bisa buang air besar. Gara-gara itulah perutnya membesar.
Khawatir, kubawa Hilal ke mantri dekat rumah. Karena tetap tidak ada perubahan, kami kemudian membawanya ke RSU Dr Slamet, Garut. Ternyata hasil pemeriksaan dokter lebih menyeramkan dari yang kuduga. Kupikir, cukup dengan obat pencahar perut, sakit Hilal bisa segera sembuh. Rupanya tak segampang itu.
Hasil tes darah dan rontgen memperlihatkan, Hilal harus segera dioperasi karena beberapa bagian di ususnya bocor dan membusuk. Ketika kutanyakan apa penyebabnya, dokter menjawab, akibat dari kandungan makanan yang Hilal konsumsi selama ini tidak sehat dan membuat ususnya rusak. Saat itulah kutahu Hilal terlalu sering menyantap mi instan. Astagfirullah….
Atas rujukan dokter, kami kemudian membawa Hilal ke RS Hasan Sadikin, Bandung, dengan alasan peralatan medis di RS itu lebih lengkap. Sejak awal, tim dokter sudah pesimistis dengan kondisi Hilal yang begitu memprihatinkan dengan berat badan yang tidak sampai 11 kg. Dokter juga bilang, dari puluhan kasus serupa, hanya tiga orang yang bertahan hidup. Aku hanya bisa berserah pada Allah SWT.
Baru pada 25 November 2008 operasi dilakukan di RS Immanuel, Bandung. Saat itu aku sedang hamil tiga bulan. Dokter mengamputasi usus Hilal sekitar 10 cm. Untuk menyatukan bagian usus yang terputus itu, dokter menyambungnya dengan usus sintetis. Selain itu, dokter juga membuat lubang anus sementara (kolostomi) di dinding perut sebelah kanan.
Utang belum lunas
Ternyata cobaan kami belum berakhir sampai di situ. Tiga hari kemudian, dokter menemukan masih ada bagian usus yang bocor. Mau tidak mau, Hilal harus kembali naik ke meja operasi dan merelakan sebagian ususnya lagi.
Jelas, aku dan suami sangat ingin Hilal sembuh. Namun, di sisi lain, penghasilanku sebagai buruh tidaklah seberapa. Setiap bulan, aku hanya bisa membawa pulang uang Rp 250.000 atau Rp 300.000 kalau lembur. Adapun suamiku penghasilannya tidak pernah menentu. Maklum, ia hanya kuli kasar di pabrik tahu di Bandung.
Sejak Hilal jatuh sakit, aku memutuskan berhenti bekerja. Alhasil, suamiku harus banting tulang mengerjakan pekerjaan apa pun asal menghasilkan uang. Kendati sudah bekerja begitu keras, rasanya sia-sia saja. Biaya operasi Hilal yang mencapai Rp 16 juta terasa begitu besar dan entah kapan bisa dilunasi. Apalagi, kami hanya punya waktu 10 hari untuk melunasinya. Untung pihak rumah sakit berbaik hati memberi kelonggaran waktu dua hari sehingga kami masih sempat meminjam uang ke beberapa keluarga dan tetangga.
Demi kesembuhan Hilal pula, kami harus lebih berhemat. Rumah kontrakan kami tinggalkan dan kami menumpang di rumah orangtuaku. Sebenarnya uang kontrakan rumah itu tidak terlalu besar, hanya Rp 300.000 per tahun, tapi tetap saja uang sebesar itu sangat berarti untuk biaya pengobatan Hilal.
Kata dokter, kolostomi di perut Hilal sudah bisa ditutup setelah tiga bulan. Namun, baru setelah delapan bulan kemudian, tepatnya 23 Juli 2009, operasi penutupan dilakukan. Apalagi kalau bukan masalah biaya. Itu pun bisa dilakukan karena kami dapat bantuan dari sebuah stasiun televisi swasta sebesar Rp 14 juta.
Baca selengkapnya di:

The Consumers Association of Penang (CAP) calls on consumers to avoid eating instant noodles as it is harmful to health. Studies have shown that the consumption high sodium content in instant noodles is linked to a variety of diseases such as hypertension, heart disease, stroke and kidney damage.
In 2004 Malaysians consumed 870 million packets of instant noodles but by 2008 it had increased to more than 1210 million packets. This is an increase of nearly 40 percent during the period of 4 years.
http://infoindonesia.files.wordpress.com/2009/08/miecap.jpg?w=468&h=136
Instant noodle is a highly processed food that lacks nutritive value. It is a junk food. Every single serving of instant noodle is high in carbohydrates, sodium and other food additives, but low on essential elements such as fibre, vitamins and minerals.
According to the Codex Standards (FAO standards) for instant noodles, acid regulators, flavour enhancers, thickeners, humectants, colours, stabilizers, anti-oxidants, emulsifiers, flour treatment agents, preservatives and anti-caking agents – are allowed to use in the making of instant noodles.
24 of the 136 listed additives in the Codex Standards are sodium salts. And the use of sodium additives is the main reason why instant noodles are high in sodium. High sodium foods can cause hypertension, heart disease, stroke, kidney damage and other health problems.
Tests conducted by CAP on 10 samples of instant noodles found three samples to contain sodium above 1,000 mg. The average amount of sodium found in the samples was 830 mg. According to the current US Recommended Dietary Allowance (RDA) of sodium for adults and children over 4 years old is 2400 mg/day. The consumption of instant noodles can easily cause excessive sodium intake as sodium is commonly used in our other daily foods especially from processed and hawker’s food.
Another health concern is the reported leaching of dioxin and other hormone-like substances from the plastic container of the cup noodle. As hot water is added harmful substances could seep into the soup.
One of the major concerns of instant noodle is that it can produce oxidised fat and oil if it is not managed properly during the manufacturing process. This is of concern if the cooking oil is not maintained at the proper temperature or the oil is not changed as often as necessary.
Instant noodles are coated with wax to prevent the noodles from sticking together. This can be seen when hot water is added to the noodles. After some time the wax can be seen floating in the water.
The Codex Standards also allow the use of 10,000 mg/kg of the chemical propylene glycol – an anti-freeze ingredient as humectants (helps to retain moisture to prevent noodles from drying) in instant noodles. Propylene glycol is readily absorbed and it accumulates in the heart, liver and kidneys causing abnormalities and damage. The chemical is also capable of weakening the immune system.
Instant noodles and the flavouring soup base also contain high amounts of monosodium glutamate (MSG). It is a flavour  enhancer used by instant noodle makers to make their shrimp flavours ”shrimpier” and beef flavours “beefier”. MSG can trigger an allergic reaction in 1 to 2 % of the population. Individuals who are allergic to MSG can get burning sensations chest and facial flushing or pain and headaches from it.
High sodium consumption is linked to stroke or kidney damage. In Malaysia, there are an estimated 13,000 kidney patients undergoing dialysis. Every year 2,500 people join the ranks of end-stage renal failure patients. Six new cases of stroke occur every hour in Malaysia.
Some of the chemicals found in instant noodles are also capable of causing cancer, for example, dioxin and plasticisers leached from the containers in the presence of hot water.  According to the World Health Organisation (WHO) at least 30 percent of all cancers could be prevented through simple measures such as adopting a healthy diet.  Instant noodles are definitely an unhealthy diet which consumers should avoid.
In view of its unhealthy nature, the Consumers Association of Penang calls on the Ministry of Health to launch a campaign to highlight the dangers of instant noodles which is a popular food among Malaysians.
For the sake of their health consumers should opt for more wholesome food.
==
Health concerns
Instant noodles are often criticized as being unhealthy or junk food. A single serving of instant noodles is high in carbohydrates but low in fiber, vitamins and minerals. Noodles are typically fried as part of the manufacturing process, resulting in high levels of saturated fat and/or trans fat. Additionally, if served in an instant broth, instant noodles typically contain high amounts of sodium. The current U.S. Recommended Dietary Allowance of sodium for adults and children over 4 years old is 2,400 mg/day. Some brands may have over 3,000 mg of sodium per package in extreme cases. Instant noodles and the flavoring soup base also contain high amounts of monosodium glutamate.
http://en.wikipedia.org/wiki/Instant_noodles


LINDUNGI KELUARGA DAN DIRI ANDA DARI MIE INSTAN…!!!
sumber : dari milis
Para penggemar Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3(tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Dari Informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi Mie Instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker.
Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir(bekerja) sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak,sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir selalu mengkonsumsi Mie Instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal.

Ada kisah yang mengerikan :

* Ada orang yang sekarang usianya sekitar 48 tahunan tapi sudah 4 tahun terakhir ini kemana-mana membawa alat, maaf, sebagai pengganti anusnya, karena usus bawah sampai dengan anus telah dipotong sebab sudah tidak bisa dipakai lagi pasalnya waktu mahasiswa dengan alasan ekonomi mengkonsumsi mie instant secara berlebihan sehingga bagian usus yang dipotong tersebut adalah tempat mengendapnya bahan pengawet yang selalu ada di setiap mie instant mungkin sejenis borax pengawet untuk mayat (data menunjukan bahwa import borax dan sejenisnya sangat besar ke Indonesia) dan walhasil menimbulkan pembusukan ditempat tersebut, semoga semua pihak berhati hati dalam mengkonsumsi makanan seperti bakso, sosis, mie dll

* Ada lagi, orang yang pernah kena kanker getah bening (8 kelenjar getah bening kena), dan berobat selama hampir 1 tahun di Singapore menghabiskan lebih dari 1 Milyar pada tahun 1996 sampai 1997 (untung ditanggung kantor), akibat dia mengkonsumsi indomie plus korned selama 4 tahun terus menerus setiap hari(dengan alasan karena istrinya sibuk kerja). Menurut dokter yg mengobati nya, penyebab utamanya adalah pengawet yg ada di indomie dan korned tsb.

Baca selengkapnya di:

Mie Instan = Mie Kanker
Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah pindah dari rumah ortunya ke rumahnya sendiri.tidak memasak tetapi hampir selalu mengkonsumsi mi instan setiap kali dia makan. kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal karenanya.

saat ini mie instan disebut – sebut sebagai “mi kanker..!!”
There was also an SIA steward who after moving out from his mother’s house into his own house, did not cook but ate instant noodles almost every meal. He had cancer, and has since died from it. Nowadays the instant noodles are referred as “cancer noodles”.

Bahan-bahan Mie Instan yang harus diwaspadai

Bahan-bahan lain yang harus diwaspadai adalah :
1. Bumbu dan pelengkap
Bumbu yang digunakan antara lain adalah MSG atau vetsin. Titik kritisnya adalah pada media mikrobial, yaitu media yang digunakan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang berfungsi memfermentasi bahan baku vetsin. Sedangkan bahan pelengkap mie instan adalah bahan-bahan penggurih yaitu HVP dan yeast extract. HVP atau hidrolized vegetable protein merupakan jenis protein yang dihidrolisasi dengan asam klorida ataupun dengan enzim. Sumber enzim inilah yang harus kita pertanyakan apakah berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme. Kalau hewan tentu harus jelas hewan apa dan bagaimana penyembelihannya. Sedangkan yeast extract yang menjadi titik kritis adalah asam amino yang berasal dari hewan.

2. Bahan penambah rasa
Bahan penambah rasa atau flavor selalu digunakan dalam pembuatan mie instan. Bahan inilah yang akan memberi rasa mie, apakah ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, barbequ, dan sebagainya. Titik kritis flavor terletak pada sumber flavor. Kalau sumber flavor dari hewan, tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya. Begitupun flavor yang berasal dari rambut atau bagian lain dari tubuh manusia, statusnya adalah haram.

3. Minyak sayur
Minyak sayur menjadi bermasalah bila sumbernya berasal dari hewan atau dicampur dengan lemak hewan.

4. Solid Ingredient
Solid ingredient adalah bahan-bahan pelengkap yang dapat berupa sosis, suwiran ayam, bawang goreng, cabe kering, dan sebagainya. Titik kritisnya tentu pada sumber hewani yang digunakan.

5. Kecap dan sambal
Kecap dan sambal pun harus kita cermati lho. Kecap dapat menggunakan flavor, MSG, kaldu tulang untuk menambah kelezatannya.

Baca selengkapnya di:


Rabu, 13/10/2010 13:23 WIB
Sofjan Wanandi: Kasus Indomie Bukan Perang Dagang
Suhendra – detikFinance
Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi berpendapat kasus Indomie di Taiwan bukan kasus perang dagang. Kasusnya cenderung mengarah pada salah kirim produk Indomie spesifikasi Indonesia ke pasar Taiwan yang memiliki spesifikasi berbeda.

Share this:
Like this:
Suka Memuat...
Related
Resep PizzaResep Pizza
In "Makanan"
Filed under: Kesehatan, Makanan Ditandai: | Bahaya Mie Instan, Mie Instan
203 Tanggapan
  1. dira, on Agustus 21, 2009 at 8:02 am said:
Waduh, yg dewasa juga masih suka nih.. :)
yang makan mie bisa bikin bodoh kalau kebanyakan lho!
wahhh masa iia siiy
@Rangga : ada keterangan ilmiahnya gak kalo mie instan bikin bodoh?
berarti selama ini Indomie yg kita makan di indonesia dilarang di taiwan dong,
lah ….sama aja dong indo -taiwan.
aku juga pernah keracunan mie Sarimi isi Duo, 4 hari gan saya nungging-nungging. rasanya : kepala pusing , panas dingin, badan lemeeees bgt, untung masih bisa berak jadi racun bisa keluar. berak sehari semalam 3000 x, asli perut sakit, uluati periiiiiiiiiiiih, KAPOK GUA…….!
  1. Rental Projector Murah, on Agustus 22, 2009 at 6:28 am said:
Terima kasih infonya semoga sangat berguna untuk para blogger
  1. wahyu am, on Agustus 23, 2009 at 4:53 pm said:
duh, saya juga sering makan mie mie an :(
==========================================
Blog Jelek sumpah, jangan diklik!
  1. temon, on Agustus 24, 2009 at 7:59 am said:
wewww..
naudzubillah
  1. yuli, on Agustus 27, 2009 at 12:54 am said:
aku juga suka, abis gurih sih..bikin ketagihan gitu
klo mie ayam dan mie bakso gmn? apa meinya ngandung borax juga?
  1. yuan, on Agustus 27, 2009 at 2:40 am said:
thx buat blog nya. sangat memberkati. satu lagi, entah dgn alasan apa, mie instan sangat memacu maag. saya sendiri penderita maag akut, stlh makan mie instan pasti langsung kambuh. buat yg lainnya, berhati2lah unt kesehatanmu. ^^o
wahh duhh makan mie instan bahaya ususnya di potong ntar operasi di rumah sakit duitnya mahal susah
  1. nizaminz, on Agustus 27, 2009 at 5:01 am said:
Kalau saya sih biasanya kalau perut sedang tidak kuat, dan makan mie instan jadi sakit perut…
Kalau Mie ayam perhatikan sambal dan saos sambalnya. Bisa bikin sakit perut juga kalau perut tidak kuat. Lebih baik sedikit saja kemudian kuahnya dibanyakin sampai penuh agar bumbunya tidak tajam.
Kalau Bakso tergantung tukang baksonya. Ada juga yang pakai borax/formalin biar baksonya kelihatan putih, awet, dan kenyal.
  1. DWI SANTOSO, on Agustus 29, 2009 at 8:23 am said:
Harusnya pemerintah melalui BPOM lah yang paling bertanggung jawab atas semua iniu
  1. PHOCEL, on Agustus 31, 2009 at 12:32 am said:
KENAPA PERUSAHAAN MIE INSTANT GAK DITUTUP AZ,MALAH BERTAMBAH BANYAK……….
  1. lila, on Agustus 31, 2009 at 1:18 am said:
memang,back to nature lebih baik.so,masak sendiri aja!
  1. VERA VIJI, on September 1, 2009 at 4:39 am said:
Harusnya ada kewajiban bagi semua produsen mie instant untuk memebri tahukan dampak buruk yang akan diterima konsumen kalau mengkomsumsi mie instant terlalu banyak ( setiap hari ! ).
Sama seperti produsen rokok yang wajib memebri sticker peringatan ” merokok dapat menyebabkan kanker” pada setiap bungkus rokok…
namun yang saya lihat malah iklan mie instant sangat tidak mendidik :saya pernah melihat ada iklan di tv yang memberi contoh jelek makan mie instant setiap hari dalam keluarga , mulai dari hari senin , selasa ,rabu…etc…
menyedihkan memang…..
semua makan pada mahal apalagi dong solusiya
  1. gogon, on September 1, 2009 at 3:24 pm said:
mungkin tulisan di http://www.cancerhelps.com/pola-hidup-sehat.htm bisa bermanfaat.
  1. Suroso, on September 8, 2009 at 12:07 pm said:
Thanks atas infonya ini sngat bermanfaat banget
  1. Suroso, on September 8, 2009 at 12:17 pm said:
Oiya ada pertnyaan neh..Kalau mie ayam kan terbuat dari tepung itu gimana,apa sebahaya mie instan.Tlong jawabannya dan kirim ke email saya ya.Makasih..
  1. nizaminz, on September 9, 2009 at 1:20 am said:
Kalau untuk Mie Ayam yang harus diwaspadai adalah MSG/Mecin, Saos Sambal, dan sambalnya. Kalau bisa tidak pakai MSG sementara Saos dan Sambal sedikit saja serta kuahnya diperbanyak hingga penuh agar ketajaman bumbunya berkurang. Jika tidak, anda bisa sakit perut.
Mie Ayam apalagi yang keliling itu kualitasnya bervariasi. Lihatlah apakah gerobaknya dan makanannya terlihat bersih atau kotor.
  1. klinikpediatri, on September 10, 2009 at 6:14 pm said:
USUS DIPOTONG KARENA BANYAK MAKAN MI INSTANS ADALAH BERITA TIDAK ILMIAH. Kalaupun pendapat itu yang mengeluarkan seorang dokter, tetap saja berita tersebut tidak ilmiah dan harus lebih dicermati. MI instan sebenarnya relatif tidak seberbahaya seperti yang digembar-gemborkan. Penyebab usus dipotong sangat banyak, dan kalaupun untuk memastikan apakah penyebabnya karena mi tidak semudah itu. Jangan sampai informasi berita berlebihan bukannya mendidik malah menyesatkan.
Justru mi yang harus diwaspadai adalah mi basah yang dijual di pasar tradisional dan abang-abang bakso, alasannya home industri seperti itu pengawasannya sangat lemah, pemakaian bahan pengawet dan pewarna seperti boraks dan lain-lain tidak bisa dikontrol,
Sedangkan mi instan terjamin karena sudah dibawah pengawasan balai pom. Isu tentang mi mengandung lilin dan pengawet tidaklah benar. Sedangkan menurut WHO, MSG sebenarnya dalam jumlah yang tidak berlebihan tidak dilarang dan tidak berbahaya.Seringkali para klinisi juga mengeluarkan statement yang berlebihan tanpa dasar ilmiah atau bukti ilmiah. Kalaupun ada bukti ilmiah yang benr memang harus diungkapkan ke masyarakat, kalau hanya dugaan tanpa bukti ilmiah sebaiknya akan meresahkan masyarakat.
Memang benar beberapa individu tidak semua orang, khususnya penderita seliak atau autism sebaiknya tidak boleh mengkonsumsi mi karena bukan maalah MSG atau pengawet tetapi karena mi mengandung terigu. Terigu adalah merupakan pantangan yang utama bagi penderita saluran cerna seperti seliak dan autism. Jadi, bagi andayang bukan penderita Autism dan seliak sejauh ini masih aman untuk mengkonsumsi mi instan. Dr Widodo Judarwanto SpA
Hm, Kalau begitu pendapat pa Dokter, berarti bapak tidak khawatir donk makan mie setiap hari..! Sebaiknya bapak juga mencoba mengkonsumsi mie secara rutin selama setidaknya 2 tahun.. Jika sudah demikian dan tidak terjadi apa2, maka saya percaya bahwa yang bapak ungkapkan diatas juga adalah Fakta Ilmiyah. Jika tidak, maka yang diatas hanya ungkapan seorang dokter saja.
Kalau terpaksa makan mie instant abis itu banyak2lah minum jus tomat.. supaya bahan2 berbahaya dibuang keluar..
dokter sok pinter!
makan mie itu tidak boleh sok pintar
lah kq ada ya dokter goblog….
  1. megaloman, on September 15, 2009 at 11:08 pm said:
pernyataan mengenai mie instan yg berbahaya; air rebusan, jeda makan mie 3 hari, kanker, usus dipotong dll sudah bertahun2 yang lalu saya dengar dan diperingatkan oleh orang2 di sekitar saya. kemudian dibantah oleh beberapa orang di forum yang mengatakan bahwa itu semua HOAX.
kali ini saya meragukan kembali ke-HOAX-an itu, karena beritanya samapai masuk kompas, namun sekali lagi… saya tidak bisa percaya begitu saja apa yg saya dengar dan baca dari pihak ketiga, belum lagi bukti2 empiris, penelitian mengenai mie instan belum pernah saya baca hasilnya.
kesimpulannya????? selama peraturan dan hukum dikendalikan dengan uang, tidak ada satupun pernyataan yang bisa dipercaya.
  1. rika, on September 16, 2009 at 12:02 am said:
waduh aku jd takut nh makan mie,soalnya badab pom kn pernah kelolosan juga waktu kasus susu n biskuit merek tertentu.mngkn j x ni mreka lengah lg jd ny lwat deh yang kya bermasalah ni,emang lbh baik masak sendiri ch ya,smoga ibu” yg lain membaca ni agar ananya tidak dibri makanan mie instan lg.
  1. Nuhung, on September 20, 2009 at 7:26 am said:
Seharusnya yang bertanggung masalah mie instan berbahaya adalah pemerintah dalam hal ini BPOM, begitu gampannya membuat makanan yang tidak sehat di Indonesia. sarang saya pada rekan-rekan sebaiknya jangan terlalu banyak menkonsumsi mie instan atau di yang diberi bahan pengawet, makanya sekarang ini timbul macam-macam penyakit
  1. wpping, on September 25, 2009 at 2:04 pm said:
bahaya juga mie instant..tp enak loh…hahaha2x
  1. nizaminz, on September 28, 2009 at 9:54 am said:
Untuk ada penelitian ilmiyah, paling tidak harus menggaji 10 ilmuwan/doktor untuk melakukan penelitian selama 1 tahun (12 bulan). Jika masing2 ahli gajinya rp 10 juta/bulan, maka untuk 10 ahli perlu rp 100 juta per bulan atau rp 1,2 milyar setahun. Belum sewa gedung, laboratorium, relawan untuk kelinci percobaan, dsb.
Pemerintah saja belum tentu mau repot membuat “penelitian ilmiyah” tsb. Apalagi perusahaan mie yang hasilnya boleh jadi merugikan mereka.
Yang jelas saya sudah sering membaca artikel bahwa msg, pengawet buatan (kimia), dan juga perasa dan pewarna buatan sering mengandung zat yang berbahaya.
Kira2 sudah 300 mie instan yang saya makan. Kira2 50%nya berakhir dengan sakit perut. Kalau malam makan mie instan, kemudian besok paginya makan mie instan lagi, kemungkinan sakit perut bisa 70% lebih.
Jika tidak percaya, silahkan coba sendiri atau bayar ilmuwan buat melakukan penelitian “Ilmiyah”….:)
teman saya keja di bag QC indomie sudah 19 tahun. salah satu tugasnya di QC adalah mencicipi mie hsl produksi mungkin hampir 2 mangkuk sehari. apa yg terjadi???
dia tetap sehat kok
apalagi kalo dia shift malam, jam 11 malam makan mie hampir 2 mangkuk, lalu paginya sebelum pulang dia makan satu mangkuk lagi.
yg jelas mie instan bisa awet bukan karena adanya bahan pengawet, melainkan karena digoreng pada suhu tinggi sampai kering.
  1. Harry, on September 28, 2009 at 10:59 am said:
Tuch dengerin tuch yg sk mam mie, q jg swebel ma mie gr2 ceQ sk skt prut krn ga mw ngln mam mie….sweeeebweeeel deeh
  1. eka dian mayasari, on Oktober 2, 2009 at 12:21 pm said:
saya menyesal banget karena terlalu banyak makan indomie.. saya sekarang jadi sakit “kanker payudara” dan apabila saya makan maka kambuh lah penyakit kanker saya.. jadi bagi sobat semua jauhilah makanan berbahaya ini.. dari pada menyesal nantinya..
betul yang anda bilang. suamiku kerja diluar kota. anakku juga dapat tugas diluar kota. karena malas masak untuk sendiri, saya sering sekali mengkonsumsi mi instan. kalau sedang malas beli makanan matang saya mengkonsumsi 3 kali sehari. 3 th yl anak tetanggaku yg sering makan mi instan meninggal dalam usia 17 tahun. sejak itu saya berhenti makan mi instan. namun terlambat karena setahun kemudian yaitu 2 tahun yl saya kena kanker usus stadium 2. saya dioperasi di RSCM. dokter memotong ususku 23 cm. saat ini saya sudah sembuh, namun tetap was2 dan takut penyakit tersebut kembali lagi. maka saya berjanji untuk memberi tahu kerabatku uantuk menjauhi mi instan. sebagai rasa tanggung jawabku terhadap Tuhan Yang Maha Pencipta.
  1. Mamank, on Oktober 6, 2009 at 11:12 am said:
Nyang jelas kalo makan jangan berlebih2an.. itu kuncinya.!
Mau makan apa aza kalo kebanyakan mesti gak sehat.
Ingat Boz makanlah zelagi laper dan berhenti sebelum kenyank.
Dan kalopun gak biza menghindari mie instan, mendingan perbanyak puaza senin kamiz. Banyak gunanya boz.. yang pertama memberikan jeda setelah makan Mie esoknya kita puaza agar lilinnya dicerna dan bersih, kedua Otomatiz dunk dapet pahalanya juga,, dan yang ketiga ini nyank penting..sekalian ngirit biaya biar mienya gak cepet abiz (heheh saran buat anak Kos nyak?!).
walauBagaimanafun Kita meski banyak berzyukur Bos..
Bravo
  1. gugug, on Oktober 24, 2009 at 1:55 pm said:
miauw miauw
mau makan mie uenaakkkk thenan
  1. nichaaa, on Oktober 25, 2009 at 10:03 am said:
duuuuuuuu!!!!!
thank bet bwad informasi.a…………………………?
jd taqudddddddddddddddddd ??????????
  1. ijun, on Oktober 27, 2009 at 6:24 pm said:
kalo mie instan pake sayur?? gpp kan mas?
  1. media musik video klip, on November 7, 2009 at 2:47 pm said:
wah……..mie makana faforitku………..wah……..yg enak2 merugikan
  1. Jajang Efendi, on November 12, 2009 at 5:08 am said:
Menanggapi pendapat temen2 bloger, saya setuju dengan pendapat . ” Dr Widodo Judarwanto SpA ” ( 10 sept 09 ).
Betul bahwa kasus itu semua tidaklah ilmiah, pasalnya saya yang sekarang berumur 24thn pengkonsumsi mie instant mulai dari umur 5 thn sampai sekarang, dan alhamdulillah tidak terjadi apa2 dengan kesehatan saya.
Saya pun sebenarnya bingung, bahwasanya dari kecil saya tidak pernah makan NASI, bila di paksakan malah keluar lagi. berawal dari itu lah saya menjadi pengkonsumsi mie instant.
Sebelumnya saya pernah periksa kesehatan, dan dokter yang bersangkutan menerangkan pada saya bahwa kesehatan saya baik2 saja, dan tidak ada hal2 ganjil.
Aneh memang, tapi mau gimana lagi???…makan nasi gak bisa. heuheu
mungkin ada temen bloger yang lebih mengerti tentang kesehatan dan memberi masukan pada saya.
Hidup mie INSTANT !!!
Orang seperti tidak bisa menjadi standar… karena memiliki kelainan dari orang pada umumnya.
Begini, dalam berita ada orang yang mempunyai kebiasaan memakan Obat nyamuk dari kecil, dan sampai sekarang masih hidup normal…. apa itu berarti obat nyamuk juga aman untuk anda konsumsi?
belum aja.
  1. nizaminz, on November 12, 2009 at 6:20 am said:
@Jajang: pengalaman anda makan nasi malah muntah dan makan mie malah sehat (jika betul) tidak bisa digeneralisir bahwa makan mie itu sehat dan makan nasi muntah…:)
Coba berapa banyak dari para pembaca di sini yang makan nasi muntah dan makan mie terus malah sehat?
Pengalaman yang lain habis makan mie sering sakit perut/mencret walau pun tidak harus memanggil para ilmuwan buat bikin penelitian harusnya jadi perhatian kita semua.
Pendapat dokter yang menyatakan bahwa anak itu dipotong ususnya karena infeksi akibat makan mie tiap hari juga tidak bisa divonis salah begitu saja. Toh dokter itu yang telah memeriksa pasiennya. Bukan kita.
Terserah pada para pembaca mana yang benar. Minimal kita bisa lebih hati-hati2.
  1. my blog crazytainment.com, on November 13, 2009 at 2:52 pm said:
Sebener’y gag bahaya klo gag terlalu sering..
Klo memang bahaya pasti mie instant gag dpt ijin dari departemen makanan untuk di pasarkan..
Sesuatu yg berlebihan itu tdk baik..
: )
  1. Enos Adiguno, on November 19, 2009 at 6:48 am said:
Mmg sih mieny enak tp bhyny bsr jg ya
  1. ahsan nawawi, on November 19, 2009 at 12:31 pm said:
tapi walau begitu pemilik pabrik mie jga ga bisa di salahkan yach??? khan konsumen jga sudah tahu bahaya makan mie instan, tapi tetep saja makan.
  1. rrj, on November 25, 2009 at 2:52 pm said:
mie instannya dimasak pake telor, cabe rawit (warna orange) dipotong kecil2x terus diawurin emping deh, rasanya mantab surantab. Thanks.
  1. Wong Deso, on November 29, 2009 at 5:39 pm said:
buat bpk ” Dr Widodo Judarwanto SpA ” ( 10 sept 09 )
kasus yg kena tumor kanker dll sudah banyak pak gara-gara indomie dan MSG
dibayar berapa pak dokter sama PT indomie….????
Gw gk prcya sm Dr widodo asu. Nulis glar aja slah mna ada seorg dokter yg nulis glar ky gtu???? IndoMie itu bhaya n akan bhaya slamany d luar ngri aja d lrang. Byk org pintar dsana yg sdar klo indomie produk smpah !
  1. nizaminz, on Desember 1, 2009 at 6:21 am said:
@Wong Deso: Beda Mie Instan dengan Mie Tradisional adalah:
Mie Instan:
1. Pakai pengawet (zat kimia) sehingga tahan berbulan2.
2. Bumbunya pakai penyedap (MSG), perasa, dan pewarna buatan
Mie Tradisional:
1. Tidak pakai pengawet buatan
2. Bumbunya bisa kita buat sendiri dari bahan alami (bawang, garam, dsb).
Dari situ saja kita bisa membedakan mana yang banyak pakai zat kimia yang tentunya bisa mengganggu kesehatan dan mana yang tidak.
Memang ini membutuhkan daya kritis.
  1. NoName, on Desember 3, 2009 at 10:12 am said:
TrimZ untuk informasinya, dan ini membuat saya untuk stop mkn mie instan… Krn saya ini penghobi berat mie instan, trima kasih atas informasinya…
alhamdulillah.
  1. angeline, on Desember 4, 2009 at 4:50 am said:
Iya, saya juga berterimakasih. Saya sempat memperhatikan kulit saya selalu berjerawat padahal saya udah nambah pola makan dengan buah. Namun tetap juga berjerawat. Setelah mencari info di situs ternyata ada yang mengatakan beberapa badan orang mungkin ada yang sensitif terhadap makanan tertentu walau alami sekalipun. Akhirnya saya mengamati tingkah pola apa saja yang saya makan. Ternyata saya salah satunya saya sensitif dengan minyak sayur yang instan. Di dalam mie instant ternyata juga mengandung minyak sayur. Dan memang beda reaksi bila saya makan dari tukang abang2, walau tergantung si abangnya memakai bahan apa di makanan olahannya tersebut.
mie…………………………..hati2 aja…………………….banyak juga yg tradisional,tpi ndak original…………….dangerous??????
  1. gayul, on Desember 19, 2009 at 6:18 am said:
trus maksimal makan mi instan 1 hari brapa kali???
  1. Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan « Gayul's Blog, on Desember 19, 2009 at 6:20 am said:
[...] Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan Bahaya Mie Instant: Usus Dipotong dan Kank [...]
  1. Qiieenahh, on Desember 27, 2009 at 5:16 am said:
sbnr.a mie instan bhyaa gag seecchh.?
tdii aq liat comment2.a jdii binngung ndiriii !!
BAHAYA gag sechhh.?
  1. whyu, on Januari 2, 2010 at 11:21 pm said:
mie instan memang seperti musuh dalam selimut.. :)
  1. Dicky, on Januari 5, 2010 at 9:13 pm said:
Ya udah, cari aman aja. Ga usah makan mi kalo gitu. Gitu aja kok repot. :D
  1. Surya, on Januari 8, 2010 at 11:31 am said:
berita diatas sangat mengerikan sekali, tapi jujur aja, saya penikmat mie instant dari kecil, saya jadi bingung dengan komentar-komentar diatas mana yang benar, kenapa kalo mie instan, memang berbahaya kenapa tidak dilarang bahkan disitu tertulis halal, ada izin kode produksi.lalu? dan kupasan dengan penelitian juga belum disampaikan tuh. baru rumor, saya juga pernah mengeluhkan ke dokter tentang sakit saya, lalu saya tanyakan apa karena mie instant, dia bilang tidak masalah, lalu yang benar yang mana ya. tapi terlepas dari semua itu yang penting kita jangan berlebihan. semua makanan kalau berlebihan pasti tidak baik.
wooooyyy ini indonesia brooo…
rokok yang jelas berbahaya aj ga dilarang, apalagi mi, cola dll.
  1. lia, on Januari 10, 2010 at 8:00 am said:
Semua nya kembali ke pribadi masing2. Jika berita yang dibaca membuat kita takut, lebih baik kita untuk kembali ke yang natural aja. Mungkin lebih aman.
  1. nizaminz, on Januari 12, 2010 at 3:40 am said:
Iya mie instan memang sangat menarik. Selain sedap harganya juga sangat murah.
Saya pribadi kadang menyantap mie instan sampai 2 x seminggu. Tapi yang saya ambil cuma mie-nya saja dan direbus dengan air yang banyak. Setelah itu air dibuang dan dicampur dengan bumbu mie ayam buatan pedagang yang mudah2an lebih alami. Minimal tidak pakai pengawet. Ini buat menambah agar porsi mie ayamnya cukup…:)
Sesuatu kalau berlebihan memang tidak baik. Kalau perut kurang baik juga jangan dipaksakan.
  1. fandy ibrahim, on Januari 21, 2010 at 5:46 am said:
makan mie memang enak tapi kudu dibatasin .
kalo saya makan mie tu paling nggak 3 kali atau 2 kali seminggu .
dan setelah baca info diatas tadi saya memutuskan akan mengurangi jumlah porsi mie yg saya makan .
memang kalo saya makan mi sekali itu dua porsi karena kalo cuman satu porsi tidak mengenyangkan .
  1. adi cahyo, on Januari 28, 2010 at 3:28 pm said:
wah mie gak beda ama rokok
waktu kecil saya makan mie 1 x sehari
pas udah tau efeknya jadi 6x sehari (pagi 2 porsi, sore 2 porsi, tengah malam 2 porsi)
hehehehe
  1. bahaya mie instant « Adib26's Blog, on Januari 30, 2010 at 7:29 am said:
[...] 30, 2010 oleh adib26 Bahaya Mie Instant: Usus Dipotong dan Kanker Posted on Agustus 21, 2009 by [...]
  1. Susilo bambang yudoyono, on Februari 12, 2010 at 10:58 am said:
Kenapa bangsa ku tercinta menjadi menderita
  1. dar, on Februari 16, 2010 at 6:47 am said:
terimakasih infonya.. berat ternyata effect nya..
  1. wantoe, on Februari 17, 2010 at 9:39 am said:
apa ada efek lain selain yang disebutkan diatas
  1. Di Balik Gurihnya Mie Instant.. « Djavaz Ndue Blog, on Februari 26, 2010 at 2:45 am said:
  1. ririn, on Februari 26, 2010 at 11:28 am said:
ToObaaaaat……..toObat……….
  1. sadri, on Maret 17, 2010 at 4:12 am said:
segala sesuau yang instan biasanya meninggalkan efek samping yang tidak baik.. apa lagi makanan yang memang dikemas cepat saji sudah pasti memakai zat-zat yang membuat tubuh pada saat itu merespon cepat tetapi menjadikan tubuh lemah terhadap zat-zat tersebut.. jangan biasakan anak kita semenjak kecil kecanduan mie instan…
  1. kizz, on Maret 28, 2010 at 12:33 pm said:
melihat dari bahaya/tdkx mie,dari lapangan sudah terlihat betapa byk efek burukx dari pd enakx,shg mencegah lbih baik dr pd mngobati.
sya sendiri mencoba utk tdk makan mie lagi,hasilnya benjolan di pydra sudah mengecil..
so,,tentukan pilihanmu
  1. ajeng, on Maret 29, 2010 at 2:50 pm said:
sy juga binggung mana yang harus dipercaya ,sy cuma takut dan mudah mudahan tidak ada pengaruh pada anak sy..yg dari kecil ,sampai sekarang kuliah masi suka makan mi instan..semoga penyakit yang mengerikan yg banyak di beritakan orang pengaruh dari mi instan tidak lah benar ..
  1. dedy, on Maret 30, 2010 at 5:31 pm said:
KAN SUDAH TERBUKTI MEMBAHAYAKAN KESEHATAN TAPI KENAPA PEMERINTAH TIDAK MELARANG PEREDERAN MIE ISTAN DAN MENUTUP SEMUA PABRIKNYA?????ADA PERSEKONGKOLAN
DENGAN PENGUSAHA NIH,DAN KORBANNYA ADALAH MASYARAKAT TERUTAMA KELAS MENENGAH BAWAH,…
  1. sapiiii, on Maret 31, 2010 at 9:44 pm said:
jujur gw juga bingung sama nih baha mie..sebenernya mie instant itu bahaya/ngga si? ngeliat coment” di atas jadi bingung sendiri sama ketawa”..ga ada yg jelas..soalnye gw bingung mana yg bener..
  1. icha, on April 1, 2010 at 8:18 am said:
bener jg tuh g baik makan mie instan trus bukti’a nyata tetangga sya meninggal krna kseringan mkan mie instan usus’a brmasalah gtu……..
setau sya mie instan ga hanya mengandung lilin tapi juga mengandung zat kapur!!!!
jngan tergoda sm rasa’a yg gurih tp jg hrus taw dampak’a apa!!!!
  1. nizaminz, on April 1, 2010 at 8:24 am said:
Yah kondisi badan tiap orang beda2. Pola makan juga beda2. Ada yang lemah, ada pula yang kuat. Ada yang makan mie nya jarang2 dan hati2, ada pula yang kelewatan.
Selain itu ada yang kerja di pabrik mie, ada juga yang bukan.
Dari situlah maka pendapat dan pengalamannya beda2.
Tinggal kita saja pintar2 memfilter informasi mana yang benar dan mana yang tidak. Selain itu hati2 dan jangan berlebih2an.
  1. vicha, on April 14, 2010 at 7:18 am said:
thx informasinya ..
dengan adanya ni ,,
saya mengetahui bahaya mengkonsumsi mie instan ..
  1. irfan, on April 15, 2010 at 5:05 am said:
saudara q uda ad yg trkena kangker ya gara2 mie
jd yg pngn kna pnyakit silakan makan mie
tegantung pada individu masing2
  1. dida, on April 16, 2010 at 4:56 am said:
benar kok, saya habis makan mie bawaannya sakit perut. kalau makan mie sebagai makan mala paginya lemes seperti kurang tenaga. mari hidup sehat dari sekarang
  1. hestiek...., on April 17, 2010 at 4:08 am said:
ya ampun….padahal khan q jg pecinta mie instan malah2 bs tiap hari….da praktis nikmat pa lagi dicampur telur tambah bawang merah putih ma cabe…nikmat betul…tapi kok bahyany spt itu yah…..pa bbhy jg dgn kesehatan kandungan yah…soalny q da dua thn menikah blom pny ank…..terus ada yg bilang penetralisirny dari zat2 yg ada dlm mie g di campur tomat selain dari membuang air rebusan mie jnstant…betul g seh…..emang kandungan apa yang ada dlm tomat yg bs menetralisirkany…..atau da yg lainy yah…..aduh mie apakah q hrs meninggalkanmu pdhl q cinta banget ma kamu…….jd sedih neh…..
  1. Griffith Fegrisa, on April 21, 2010 at 5:25 am said:
Thanks,btw…
seneng banget bisa dpt info kaya ginian…
kebetulan aku bljr tnntng food Quality & safety jd bs dpt byk pngetahuan lebih..:)
di keluargaku juga sdh netepin praturan mie di rebus dulu & air rebusan harus di buang…
Thank u !!
God bless
saya juga rebusnya 2 kali tapi tetap kena. yang penting tanggung jawab kita terhadap sesama manusia. saya bukan siapa2 tapi mencintai ciptaan Allah. maka saya sarankan jauhilah. nggak usah coba2.
  1. Mamyk, on April 22, 2010 at 2:13 pm said:
Mie Instan itu uenakkkkk tenan,tapi bahayaaaa bgtz
  1. Iesna nur, on April 23, 2010 at 5:05 am said:
Aduh jdi bngung mana yg slah mna yg bner,q tkut skit,tpi q jga sangat ska mie…
Bagaimanapun mkchlah ats smwa inf0x…
  1. ARIEF ENHA, on April 27, 2010 at 5:41 am said:
Beruntung saya gak terlalu suka makan mie..
  1. fitri, on April 29, 2010 at 3:21 am said:
betul sekali,mie instan itu sangat berbahaya untuk tubuh kita,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!saya juga bingung karna saya juga menyukai mie,tapi lebih baik mencegah dibanding harus mengobati………….
thanx y atas infonya..,,,,,,,,,
  1. boshido, on April 29, 2010 at 12:50 pm said:
teman saya makan mie instant tiap hari 2 mangkuk sudah selama belasan tahun. dan apa yg terjadi???
tidak ada dampaknya kok bagi kesehatannya.
mie instant awet bukan karena bahan pengawet kok, tapi karena digoreng pada suhu yg sangat tinggi.
bukannya membela perusahaan mie instan, tapi itulah adanya. mungkin temen2 perlu membaca buku yg berjudul “buku putih mie instant” karangan Prof. Winarno (seorang guru besar pangan di IPB. ato berkunjung ke pabrik mie instant seperti Indofood (indomie, supermi, sarimi), wingsfood (mie sedaap), abcpresident (mie ABC)
terima kasih
Yah mas Boshido, kondisi tiap orang kan beda2.
Ibaratnya kalau petinju Mike Tyson dipukul beberapa kali masih tahan, kita dipukul sekali bisa saja pingsan. Jadi tidak bisa disamakan.
Contohnya saya pribadi dan juga beberapa rekan di sini seperti Dida yang setiap habis makan mie dengan bumbu lengkap langsung sakit perut/mencret. Meski ada “Buku Putih Mie Instant” dari profesor A, B, dan C, tapi maaf saya lebih percaya dengan perut/pengalaman saya pribadi…:)
Jika teman anda sekali makan mie langsung mencret, tentu dia dPHK dari pabrik Mie dan kehilangan pekerjaan.
  1. vivian, on Mei 2, 2010 at 3:26 am said:
Info yg saya dapatkan berguna sekali…memang sie mie instan itu rasanya selangit..tp bgt dah sampai prt..siap2 saja..maka perlahan lahan akan membunuh kita…padahal cuma makanan….tpi bisa mencekik nyawa manusia ya..seremmm
jadi tunggu apalagi?
  1. ronald, on Mei 14, 2010 at 8:21 am said:
makasih infonya,,,setelah baca tu semua aku jadi takut sendiri,,karena hampir tiap hari makan siangku mie instan,hbis adanya cuma tu aj.mudah-mudahan tidak terjadi apa apa.amin
  1. iryas, on Mei 23, 2010 at 9:49 am said:
klo gag slah kmren kan sdah di tyangkan slh stu brta investigasi penulsuran tent mie instan di slh stu stasiun TV bhw mie instant aman di konsumsi,,
trus yg bner yg mn???
  1. Munlait, on Mei 24, 2010 at 4:34 pm said:
Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik.
Untuk kasus mie instant, saya rasa bahayanya tidak sedahsyat yang digembar-gemborkan. Jika ada sebagian orang yang merasakan gangguan kesehatan dan men-judge mie instant sbg the one and only cause saya rasa sangat tidak bijak karena harus dilihat juga pola konsumsi makanan lain seperti apa.
Tentang pengawet, mie instant awet karena kadar airnya rendah hasil dr proses penggorengan.
Dan kata siapa mie tradisional lebih aman? Karena temuan kandungan formalin dan pewarna tekstil justru ditemukan pada mie basah yg dijual di pasar, tidak pada mie instant
Saya tidak bermaksud membela produsen atau pemerintah, cuma mengingatkan agar kita lebih bijak dalam memandang suatu masalah. Dan satu lagi, semoga kita tidak terlalu mudah terprovokasi …
Mungkin dibilang Mie Instan sangat berbahaya kurang tepat. Tapi mengatakan Mie Instan aman juga kasihan nanti anak2 yang memakannya.
Apalagi berita tentang anak yang sakit sampai ususnya dipotong itu dari Kompas. Satu media yang cukup kredibel.
Banyak lagi lembaga2 lain yang menyatakan mie instan berbahaya seperti Lembaga Konsumen di Penang yang menyatakan bahwa penelitian menunjukkan Mie Instan bisa mengakibatkan hipertensi, jantung, stroke, dan sakit ginjal.
Di Wikipedia juga disebut karena dipanaskan dgn suhu tinggi, maka kadar Trans Fat sangat tinggi. Trans Fat bisa menyebabkan penyakit jantung koroner:
http://en.wikipedia.org/wiki/Trans_fat
Jadi hendaknya kita berhati2. Jika ada orang tua yang anak2nya gemar mie instan, tak ada salahnya jika orang tuanya mencoba mie instan 3x sehari selama 5 hari untuk mengetahui efek sampingnya. Jangan sampai anak2 anda yang mendapat efek samping karena anak2 cenderung tidak bisa mengendalikan nafsu makan mereka. Mereka inginnya tiap makan ada mie instan.
instant-noodleThe Consumers Association of Penang (CAP) calls on consumers to avoid eating instant noodles as it is harmful to health. Studies have shown that the consumption high sodium content in instant noodles is linked to a variety of diseases such as hypertension, heart disease, stroke and kidney damage.
==
Health concerns
Instant noodles are often criticized as being unhealthy or junk food. A single serving of instant noodles is high in carbohydrates but low in fiber, vitamins and minerals. Noodles are typically fried as part of the manufacturing process, resulting in high levels of saturated fat and/or trans fat. Additionally, if served in an instant broth, instant noodles typically contain high amounts of sodium. The current U.S. Recommended Dietary Allowance of sodium for adults and children over 4 years old is 2,400 mg/day. Some brands may have over 3,000 mg of sodium per package in extreme cases. Instant noodles and the flavoring soup base also contain high amounts of monosodium glutamate.
http://en.wikipedia.org/wiki/Instant_noodles
  1. Munlait, on Mei 24, 2010 at 4:36 pm said:
Oh Iya, untuk tulisan tentang titik kritis pada komponen2 mie instant, saya rasa itu adalah titik kritis kehalalan… Bukan titik kritis bahaya
Halal-Haram itu adalah wewenang para ulama di MUI. Ada aturan syar’ienya seperti apakah mengandung zat haram seperti daging babi, anjing, khamar, dsb.
Tapi bahaya, itu kita yang merasakan. Apakah setelah makan mie 3x sehari selama 3 hari berturut2 perut kita jadi sakit, dsb, itu kita yang merasakan.
  1. Endah, on Mei 25, 2010 at 1:35 am said:
Betul, fatwa halal memang dikeluarkan MUI.
Saya hanya mengomentari tagline di atas tentang bahan mie instant yang perlu diwaspadai. Titik kritis yang dimaksud disana adalah titik kritis kehalalan produk, seperti kemungkinan asam amino yg berasal dr hewan tidak halal pada pembuatan bumbu atau campuran lemak hewan tidak halal pada minyak dalam mie instant. Bukan titik kritis bahaya seperti yang anda tafsirkan. Bisa dilihat di websitenya LPPOM MUI ko..
Kalo sensitivitas personal, saya kira itu tidak spesifik untuk mie instant saja
Maaf, hanya berusaha meluruskan.
Bukannya saya setuju untuk makan mie instant banyak2. Tapi dampaknya saya rasa tidak sedahsyat yang dituliskan diatas.
Thanks Ya
  1. nizaminz, on Mei 27, 2010 at 4:26 am said:
Makanan apa pun yang berbahaya bagi kita, sebaiknya dihindari. Oleh karena itu Allah memerintahkan kita makan makanan yang Halalan Thoyyiban. Halal dan BAIK.
Buat anda mungkin efek mie instan tidak dahsyat. Tapi bagi yang lain mungkin tidak begitu. Contohnya di tulisan lain banyak yang mengeluh:
http://syiarislam.wordpress.com/2008/04/02/msg-dan-zat-berbahaya-dalam-jajanan-anak-anak
fajar berkata,
Saya ucapkan terima kasih kepada media yang masih peduli pada nasib kesehatan bangsa ini.
Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang yang telah teracuni oleh oleh MSG dan mie instan, yang katanya tidak berbahaya. Dahulu saat masih kecil hingga beranjak dewasa, saya adalah penggemar mie instan dan akhirnya menginjak usia saya 30 saya muali terkena berbagai macam penyakit pencernaan. Banyak penyakit pencernaan yang saya idap seperti mag, polip usus dll. Akibatnya penyakit yang lain pun juga mendatangi saya. Sudah tiga tahun saya tidak sehat karena penyakit-penyakit itu, dan bila dalam asupan makanan yang terkonsumsi mengandung MSG dan teman-temannya saya langsung kambuh. Pengalaman ini semoga bermanfaat bagi kita semua, dan semoga keluarga kita terhindar dari bahaya mie instan, MSG dan teman-temannya yang saya yakin tidak baik bagi kesehatan kita.
iscomp berkata,
saya membenarkan pengaruh msg sangat besar terhadap kesehatan terutama sakit kepala. Saya sering merasakan sakit kepala yang sangat hebat setelah saya konsul ke dokter ktnya saya harus mengurangi makanan siap saji atau jajan kemudian saya tambah dengan info dari buku dan internet tanpa basa basi lagi saya terapkan di rumah memasak tanpa penyedap apapun kecuali garam dan gula pasir ternyata sakit kepala yang saya derita Alhamdulillah berangsur berkurang. Untuk itu hindari pemakaian msg oke………. harus tinggalkan demi kesehatan.
YANI berkata,
Tapi memang betul MSG sgt berbahaya bagi kesehatan, jangankan buat anak-anak, untuk orang dewasa juga kalau bisa jangan konsumsi makanan yang mengandung MSG. Karena teman saya yang habis operasi pengangkatan benjolan di payudara (menurut dokter tumor jinak) akan merasakan nyeri di bekas operasi kalau habis menkonsumsi makananan yang mengandung MSG, tapi kalau makan yang tidak mengandung zat tersebut tidak apa-apa. Jadi dugaan MSG pemicu kanker saya rasa benar adanya tergantung kondisi/ daya tahan tubuh seseorang.
http://infoindonesia.wordpress.com/2009/08/21/bahaya-mie-instant
eka dian mayasari, di/pada Oktober 2, 2009 pada 12:21 pm Dikatakan:
saya menyesal banget karena terlalu banyak makan indomie.. saya sekarang jadi sakit “kanker payudara” dan apabila saya makan maka kambuh lah penyakit kanker saya.. jadi bagi sobat semua jauhilah makanan berbahaya ini.. dari pada menyesal nantinya..
  1. vemma gustvenia, on Mei 28, 2010 at 3:54 am said:
ya..ya..ya..!!!saya setuju dengan pendapat orang lain yg menyatakan bahwa mie instan itu sangat BERBAHAYA !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
padahal saya sring bgt mkn mie instan……
Selain masakny praktis,,enak pula ,,,
Tp,sy hrs mengurangi kebiasaan sy untuk tidak sering2 mkn mie instan…. :-)
  1. Miratzi, on Juni 4, 2010 at 12:47 am said:
terima kasih informasinya. Sekarang saya harus hentikan makan mie instan, setidaknya 1 bulan / 2 bulan sekali aja deh…..
  1. qq, on Juni 7, 2010 at 2:55 am said:
edan, beneran nih?? parah amat..
  1. mel, on Juni 15, 2010 at 9:07 pm said:
trims buat infonya…
  1. Donny Chan, on Juli 15, 2010 at 4:17 am said:
apakah smua produk mie instant itu ngka boleh dikonsumsi?termasuk yg udah ada label dari dinas kesehatan?….anyway .thanks atas infonya…
  1. Narks77, on Juli 20, 2010 at 12:53 pm said:
Lw menurut pendapat gue sih mulai sekarang nihsebaiknya kurangin deh mengkomsumsi mie instan , karena kalau trllu sring mngkonsumsinya mka hal tsb akan membahayakan kesehatan qita jg . Ya gakk. ?buktinya neh gue z gara gara kbanyakan makan mie jadi susah bab , perut rasaxnya sesak, n badan gue jadi kurus gakk bsa gede gede. Anjrittt sialan tuh mie enakkk tp menyusahkn gue. N pesan gue bwt pra mei mania( penggila mie ) silahkn trusin hopy lue samberrr tuh mie bnxk2 resiko tnggung sendri … Comment By ; Narks77
  1. Sehat itu indah, on Agustus 21, 2010 at 6:45 am said:
ihhh ngeri juga…
jd takut makan mie instannya !!
oya nie ada info tentang 9 penyakit paling aneh dan menyakitkan didunia
  1. maria, on Agustus 25, 2010 at 3:12 am said:
thanks iinfonya. Alhamdulillah aq sudah berhenti makan mie instant. Jangan pernah mencoba makan mie istans lagi, agar g ketagihan
  1. budi, on September 1, 2010 at 3:33 pm said:
untung aja aku gk suka mie,plg makan klo lg iseng doang.tp skrg gk mw lg.toh dh tw bahayanya.mksh ya atas infonya.
  1. pto x, on September 1, 2010 at 5:19 pm said:
HOAX. Berita di Nova itu gak ilmiah. Adapun penyebabnya usus sang anak dipotong karena gangguan lokal pada usus 12 jari yang tidak bisa mencerna makanan tertentu. Kasus ini banyak terjadi kok.
Lilin pada mie instan berbahaya ? HOAX juga, karena kadar lilin pada kubis, apple, kacang buncis itu jauh lebih tinggi daripada mie instant. Mau yang kadar lilinnya lebih tinggi daripada mie instant ? Cobalah madu pollen murni ! Bahkan kadar gluten yang sama sifatnya dengan lilin pada mie instant itu ada lebih tinggi kadarnya pada nasi, jagung, ketela pohon.
Selebihnya, kenapa orang-orang banyak menderita sakit pada ususnya, gangguan pencernaan, kanker usus, itu bukan karena mie instant. Tetapi karena kekurangan serat dari buah-buahan, sayur-mayur dan kacang-kacangan dan minum air putih secukupnya.
Terlalu subjektif kalau menyalahkan semuanya kepada mie instant.
  1. Admin, on September 9, 2010 at 10:23 pm said:
HOAX: Sebuah pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu.
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemberitaan_palsu
==
Biasanya HOAX itu tersebar di internet bukan cuma sumber beritanya tidak jelas, tapi obyek berita juga tidak jelas.
Namun berita di atas kan jelas sumbernya yaitu selain di Tabloid Nova juga dimuat di Kompas.com. Nama korban juga jelas begitu pula nama dokter yang memeriksanya. Jadi insya Allah bukan Hoax.
Lagi pula bahaya MSG juga banyak dimuat di berbagai jurnal Ilmiyah.
Saya pribadi lebih percaya berita dari media Nova/Kompas ketimbang orang yang tidak jelas identitasnya seperti anda.
Mi instant ga pakai lilin,prosesnya pakai penggorengan, kalau iya pakai lilin, pas makan atau dimasak pasti tercium baunya. kalau mau bukti datang saja ke pabriknya sendiri. tabloid nova juga bukan spesialis di bidang food technologi. jadi jangan dipercaya begitu saja. kalau mau yang lebih langkap lagi anda bisa ke universitas tau institut yang ada jurusan teknologi pangannya.
media pun memihak, dan menjatuhkan jadi pilih media yang berdasarkan fakta dan bukti ilmiah seperti jurnal2 yang lebih kuat kesahihanya.
Pengawetan dengan pemanasan suhu tinggi juga berbahaya. Selain bisa merusak gizi juga dapat menghasilkan “TRANS FAT”. Silahkan lihat di bawah.
Trans Fat meningkatkan Kolesterol LDL dan mengakibatkan serangan jantung yang mematikan. Di AS diperkirakan Trans Fat mengakibatkan 30 ribu kematian dini/tahun:
http://www.transfatfree.com/pages/danger_trans_fat.htm
Itu belum bahan berbahaya lain seperti MSG dan Bahan Pengawet Nipagin.
Noodles are typically fried as part of the manufacturing process, resulting in high levels of saturated fat and/or trans fat. Additionally, if served in an instant broth, instant noodles typically contain high amounts of sodium. The current U.S. Recommended Dietary Allowance of sodium for adults and children over 4 years old is 2,400 mg/day. Some brands may have over 3,000 mg of sodium per package in extreme cases. Instant noodles and the flavoring soup base also contain high amounts of monosodium glutamate.
http://en.wikipedia.org/wiki/Instant_noodles
  1. BOBY, on September 14, 2010 at 6:56 pm said:
Haduuhhhh,, Pusing kepalakuu,,, liat banyak komentar yang berbeda-bedaaa!!, yang bener yang MANA SICH ??
  1. jaune, on September 27, 2010 at 4:59 am said:
mudah2n ad mie alternatif yg aman u di konsumsi (kl ad yg punya info mhn di share)… mnrt sy sebaiknya pabrik yg memproduksi mie” kanker di tutup aj agar qt terhindar dr mengkonsumsi nya,
kalau indomie dan mi instant lainnya terbukti menyebabkan kanker, pasti pabriknya ditutup. tapi kalau ga, ya masih berdiri sampai sekarang. jangan cepat percaya gosip dan berita yang belum tentu kebenarannya. mi alternatif banyak kok, ada mi wortel, bayam, jagung, bihun, kwetiau. itu semua juga jenis mi, spagethi juga. tinggal bagaimana kita mengatur pola makan dan tidak makan yang itu2 aja. segala sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. saya tanya, suka makan baso juga ga? kira2 bumbu yang di mi baso dan mi instant hampir sama, cuman yang di baso sediaannya segar. santai saja dalam memilih makanan, karena kalau ditelusuri lagi, hampir semua produk panganinstant dan berbumbu memiliki ingredient yang sama. nanti hati2 malah ga makan lagi.
Hmm… sepertinya ada yang salah dengan pendapat ini. Begini, saat ini tak ada satu pabrik rokok pun yang ditutup oleh pemerintah, apa itu berarti Rokok adalah sehat untuk dikonsumsi mba??? sudah jelas rokok itu akan menyebabkan kanker, serangan jantung, dan impotensi….!
Banyak lembaga di negara kita yang belum bekerja sebagaimana mestinya. Kita harus menyikapinya dengan bijak.
Yg namanya risma bodoh bgt si kl ngasi pendapat n statement. Bukan sy belain penulis disini ya, tp kl ga tau apa2 lebih baik diem aja. Makan sana indomie tiap hari biar sehat.
  1. NALIS, on Oktober 7, 2010 at 3:00 am said:
jadi selama ini BPOM kemana aja, apa sdh dpat supelan juga???????
BPOM ga kemana-mana kok, hanya saja peraturan di taiwan dan Indonesia berbeda. Untuk taiwan saya rasa, BPOM mereka yang tidak Ok. buktinya Indomie sudah masuk dari dahulu kala tapi baru diungkit2 sekarang. beda dengan kasus melamim dari china. memang dilarang penggunaanya karena terbukti menyebabkan gagal ginjal. dan melamin langsung diboikot dengan segera.
Rajin sekali bu Risma menjawab.
Apa kerja di pabrik Mie Instan bu?
Menurut saya BPOM Taiwan justru bertindak maksimal untuk menjaga kesehatan rakyatnya.
Sementara BPOM sini, jika mereka bagus tentu kasus keracunan makanan sedikit sekali. Tapi ternyata:
77 Murid SD di Magetan Keracunan makanan:
http://www.metrotvnews.com/metromain/newsvideo/2008/02/26/54304/-Puluhan-Murid-SD-Keracunan-Makanan-Ringan-/82
Bahkan aktris Bunga Citra Lestari saja sampai keracunan makanan:
http://celebrity.okezone.com/read/2010/08/26/33/366790/bcl-keracunan-makanan
Masalah kenapa Indomie dulu bisa bebas di Taiwan dan sekarang dinyatakan berbahaya, silahkan lihat berita di atas. Dari Detik.com, Sofyan Wanandi menyatakan bahwa produk Indomie yang harusnya untuk pasar Indonesia dan mengandung Nipagin, dsb, ternyata salah kirim sehingga sampai di Taiwan.
Jadi bahan Indomie yang dijual di Indonesia beda spesifikasinya dengan di Taiwan. Di Malaysia saya pernah beli dan makan 2 bungkus Indomie. Rasanya beda. Di sana jauh lebih hambar dan kurang nyaman. Mungkin karena Indomie tidak berani memasukkan berbagai bumbu penyedap kimia seperti MSG.
  1. Joko Lelur, on Oktober 16, 2010 at 11:21 am said:
Masalah menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya seperti di atas sih saya kurang tahu, tapi yang pasti didalam mie instan terdapat zat-zat yang dianggap racun oleh tubuh kita. Pernah suatu saat saya makan mie instan satu porsi, setelah itu saya minum, karena kebetulan di kulkas ada segelas air kelapa muda hijau sayapun meminumnya, bukan bermaksud untuk mengetes atau apa, tapi karena haus saja. Setelah beberapa saat, perut terasa mual dan saya muntah-muntah, namun setelah itu badan sehat kembali. Kemudian saya berpikir, apa mungkin ya kejadian barusan adalah akibat dari proses bercampurnya mie instan tadi dengan air kelapa muda hijau di lambung saya, bukankah selama ini air kelapa muda hijau dikenal berguna untuk mengeluarkan racun yang masuk melalui saluran pencernaan. Karena di saat yang lain ketika saya makan mie instan namun minum air putih biasa, air teh, juga tidak terjadi apa-apa.
untuk Joko, apakah minum air kelapa hijau langsung dari kelapa segar atau disimpan terlebih dahulu?
air kelapa yang terlalu lama disimpan akan menjadi basi yang ditandai dengan timbulnya bau asam seperti fermentasi.
mungkin Joko muntah karena meminum air kelapa hijau yang sudah basi. air kelapa banyak mengandung nutrisi yang sangat mudah basi. Umumnya gejala keracunan makanan yang menyebabkan muntah2, diare, dan pusing berasal dari cemaran mikroorganisme. coba periksa dahulu makanan ataupun minuman yang akan anda makan, apakah masih layak untuk dimakan?
hidup ada untk di nikmati. tak perlu mengurus mie penyakit yang sudah jd rahasia umum. aku tak percaya dengan indonesia sejak ia menodai namnaya sendiri.
  1. yulinda, on Oktober 29, 2010 at 8:40 am said:
makan mie unstan.. bagi saya sekali dalam tiga bulan itu cukup.
di rumah saya tidak boleh ada mie instan.
Warning… jgalah kesehatan sebelum menyesal…
  1. M.anas, on November 4, 2010 at 12:10 am said:
Mencegah lebih baik dari pada mengobati. So, orang yang cerdas pasti memiih yang terbaik untuk dirinya
  1. M.anas, on November 4, 2010 at 12:14 am said:
Mencegah lebih baik dari mengobati.
So, berprilaku hidup sehat itu penting brow
kenikmatan sesaat tidak sebanding dg apa yang terjadi di kemudian hari
yang cerdas pasti bisa memilih yang terbaik buat dirinya
jangan menganiaya diri sendiri.
  1. miwa, on November 4, 2010 at 12:47 pm said:
waduh…
bahaya…bahaya…..
dikuran9i nich…
  1. orrion, on Desember 14, 2010 at 1:10 pm said:
setealh baca komen dari atas ampe bawah saya simpulkan isi komennya bolakbalik doang…
pro dan kontra…
balik pada diri masing” jgn lihat dan dengar apa kata orang tapi rasakan pada diri sendiri
kalo cocok makan mie ya silakan lanjutin. kalo gak ya uda di kurangi ato berhenti
nb : ternyata standar makanan tiap negara beda” ya. menurut saya seharusnya aturan ini bersifat internasional ato sama rasa sama rata. terlihat kalo standar di indonesia lebih rendah dari negara lain dlm hal ini thaiwan.
  1. hergeon, on Januari 19, 2011 at 4:55 am said:
iyaa ya yg bener mn sih bahaya pa tdk mkn mie instan klo mie ayam to bakso gmn?
  1. gaesha, on Januari 24, 2011 at 9:01 am said:
smua kembali pd dri kt msg2.
klo kt mau sht y plg tdk d kurangi.
karna biar bgmn pun jg kesehatan no 1
  1. blackboxworshipper, on Februari 1, 2011 at 7:11 am said:
keren!, smw makanan di indonesia tu beracun kali y?…
klo gk ad investigasi, mana ad org yg tau klo tahu pake formalin, baso pake borax, sirop pake dye pakean, dst dst….
dsni bisa kelihatan bahwa pemerintah itu gak peduli dengan masa depan rakyat dan bangsanya…
soal makanan saja belum teerjamin, tapi kalo soal korupsi juara 1! lama2 kudeta juga nih….
  1. susinofita, on Februari 7, 2011 at 7:56 am said:
apa mkan mie bsa menyebabkan kegemukan,,,??????jga,,? ? and apa jga meempengaruhi,, pekembangan otak,,?????????? cz q ska mkn mie,,, ?//? gmn yach cara nya mghlgkan kebisaan mkn mie,,,..!!!!
  1. tiana_302010@yahoo.co.id, on Maret 22, 2011 at 2:08 pm said:
bla…bla…BLA dah q baca dari atas sampai bawah. Hm…… ganti diriq bekisah. Ceritanya q dari keluarga yang ortunya sibuk, jadi dari kecil q dicekokin mie instan ma telor……sampai kuliah dan ngekost makanqpun tak lain adalah mie. klo nengok rumah ortu, mo balik ke kost, q diberi bekel mie instan di tas. hingga q kerja di tempat perantauan yang jauh dari kota, tempatx super pelosok jadi q harus stok yang namanya mie. jadi ceritanya mie sangat berjasa dalam kisah hidupq. HINGGA PADA AKHIRNYA Q MENIKAH DAN HAMIL, DALAM KEADAAN NGIDAM HANYA MIE LAH YANG BISA DITERIMA LIDAHQ……..AKHIR CERITA Q KEGUGURAN, HINGGA RAWAT INAP DI RS SAMPAI HAMPIR 2 BULAN (PENYEBABNYA SALAH SATUNYA ADALAH MIEEEEE). Q MENGANGGAP REMEH KEBIASAAN MAKANQ, INILAH HASILNYA. kasihan suamiq sudahlah istrinya sakit, kehilangan calon bayinya lagi. ADA SALAH SATU DOKTER YANG MARAH PADAQ, INI GARA2 MIE INSTAN. Tapi dokter yang menangani penyakitq bilang ya…… dikurangi makan miex. jadi PEMIRSA JANGAN JADIKAN MIE INSTANT SEBAGAI MAKANAN POKOK, MAKANLAH MAKANAN 4 SEHAT LIMA SEMPURNA DITAMBAH SUSU. INGAT SEBELUM KEJADIAN YANG TIDAK DIINGINKAN TERJADI. SEBAIKNYA PERHATIKAN BAIK2 APA YANG ANDA MASUKAN KE TUBUH ANDA DAN KELUARGA YANG ANDA SAYANGI, JANGAN KARENA MENCARI PRAKTISNYA, FATAL AKIBATNYA …………… kalau tidak bisa menghentikan mienya, ya dikurangiiiii makan mienya.
  1. thiewie, on Maret 26, 2011 at 9:06 am said:
gilaaa ..
Ak penggemar mie instan ne ..
Harus d kurangi makan mie
jadi takut saia :D
  1. ai, on April 2, 2011 at 2:16 pm said:
mohon izin copast ya..
  1. alimah, on April 3, 2011 at 12:52 pm said:
klo cma mslah slah kirim yg aturan d’krim ke indonesia malah ke taiwan dampak y pati sma z krena pzti mie itoe di mkn ma org indonesia,pantesan indonesia g maju” rakyat y d’kasih mkan racun sic..
  1. artyi hidup, on April 16, 2011 at 3:02 am said:
ya emg itulah indonesia ,, kadang orang yang paling dekat saja tak bisa di percaya,,,
  1. joko lodrok, on Mei 25, 2011 at 1:45 pm said:
wah ternyata mie instan sedapnya
  1. revallo, on Juni 4, 2011 at 2:49 pm said:
emang terlalu banyak makan mie tidak bagus bagi kesehatan….
tetapi apa mau di kata hanya mie lah makanan yang ENAK ,,MURAH ,,MERIAH ,, KENYANG…..
kalo orang yang mampu/kaya bisa memilih menu…
tetapi apa daya orang yang tak mampu …..
di makan mati tak di makan pun MATI……
  1. anto, on Agustus 26, 2011 at 11:13 am said:
Wah seruuu banget ni,….
ada pro dan ada kontra dari pemberitaan di atas, tapi kalo di amati bagi penulis yang pro, dari tulisan ke tulisan yang laen, kok nada-nadanya mirip. jangan jangan ini semua dari humas pabrikan ya…? yang berusaha mempertahankan eksistensinya.
setahu saya bedanya mie instan yang boleh beredar di Taiwan, Jepang, Amerika dll. bumbu terbuat dari ekstrak kaldu dan rempah2 beneran dengan proses tertentu. sehingga harganyapun 8 sampai 10 kali lipat harga mie instan lokal yang notabene bumbunya dari komposisi instan juga.
anak saya pernah menderita usus buntu dan sudah pecah sehingga perlu operasi yang berkepanjangan. yang saya tahu jelas akibat makanan yang kurang serat, kedua terlalu banyak mie instan juga. di dalam mie instan, selain nilai negatif yang telah disampaikan temen2 yang lain, jelas bahwa kandungan gizinya tidak jelas, kalo anak sdh makan mie, dia tidak mau makan yang laen lagi, akibatnya jadi kurang gizi juga.
bagi saya, peran pemerintah dan lembaga perlindungan konsumen sangat dibutuhkan. kandungan dalam ambang batas, belum tentu aman, perlu dikaji juga seandainya terjadi akumulasi apa masih aman?
bagi pemerintah juga harus mempertimbangan bahwa kesehatan masyarakat masih jauh lebih penting dari pada pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh praktek2 pengusaha curang.
  1. aris, on September 1, 2011 at 2:31 am said:
boleh aja makan mie asal jgn berlebihan bro :p
  1. Rika Salmaa Rostiany, on September 1, 2011 at 3:12 am said:
informasi seperti ini harusnya disebarluaskan ya, jangan ditutup-tutupi demi kepentingan bisnis pihak-pihak tertentu,..
  1. Lukman, on September 4, 2011 at 10:10 am said:
wah, buat konsumen negara sendiri malah pake bahan berbahaya, giliran buat negara lain malah gak pake bahan berbahaya…
  1. Tri, on September 10, 2011 at 7:32 am said:
Mi boleh aja, tp barengi dg makanan serat tinggi.
Untuk Indonesia sendiri makanan apa sh yg tak beracun? Coba kita tengok petani kita, tak sedikit dari mereka tak canggung menggunakan pestisida dan zat berbahaya lainnya pada tanamannya
  1. rosyad, on September 12, 2011 at 7:51 am said:
wah…wah….. bahaya bagt, iya ayah q juga gitu. ketika 1bln sendirian d rmh dia masak mie trs. akhirnya dia kena penyakit gatal2.
jd untuk warga indonesia, klau ingin penduduk x sehat maka hindari mie intsan trsbt
Ya wajar donk produsen mie kaga’ d bubarin, karena jika d tutup, maka akan mengurangi sebagian pemasukan kantong pejabat
Dan mslh dpt ijin ny, ah..pura2 tdk tau aja, jelas2 uang yg berbicara, ^^
  1. may, on Oktober 30, 2011 at 8:02 am said:
gmn cara agar mie instan tetap sehat dikonsumsi oleh siapapun…
  1. irul umah, on November 4, 2011 at 5:25 am said:
srem jga ya . ..
. Yaudh Lh gue cba Nggk mkn mie sring2 , mkzh inFnya ya . ..
^,^
  1. joko, on November 17, 2011 at 6:27 am said:
Anak saya (12 tahun) sekarang lg terbaring di rs setelah operasi usus buntu, dan usus halusnya. (usus halus ada beberapa bagian yang dipotong). Pertanyaan pertama kali dokter setelah melakukan operasi adalah apakah anak saya pernah mengkonsumsi rutin mie instan. Saya jawab ya, setidaknya itu 1 tahun terakhir ini. Sebenarnya saya sdh membatasi namun karena anak saya bisa beli dan masak sendiri akhirnya hampir tiap hari makan mie instan. Dokter tidak komentar apa2, namun saya bisa menyimpulkan berdasar informasi dan pengalaman tersebut, bahwa makan mie instan itu ada bahayanya, terutama bila kontinyu di konsumsi.
Mungkin benar juga bukan karena mie instan langsung, melainkan anak saya yang kurang serat, karena makanya melulu mie instan, tapi tetap saja penyebabnya adalah mie instan.
Akhirnya saya berkesimpulan bahwa mengkonsusmsi mie instan itu hampir sama dengan mengkonsumsi rokok. Banyak penyakit akibat rokok, namun banyak org juga yang berumur panjang walaupun merokok (nenek saya perokok berat namun bisa panjang umur, sekarang sudah umur 94 tahun).
Hati2 mengkonsumsi mie instan, dan mulai sekarang kurangi prosinya, back to nature aja.
  1. restu, on November 18, 2011 at 3:36 am said:
wah pada hal mie dah makanan favorite aku dari aku kecil sampe sekarang apa lagi anak kosan.. tiada hari tanpa mie,, padahal mie merupakan makanan yg peraktis,, terus kalau begini harus bagaimana donk,,,,,
  1. anto, on November 25, 2011 at 1:12 pm said:
Kaka ipar ku meninggal dunia kemungkinan sering makan mie instan. Dia kena kanker usus, jd kalo mau buang air tdk lewat anus lg melainkan lewat perut yg dibolongkan. Ususnya sdh rusak, perutnya juga bengkak. Semoga tdk terjadi dgn yg lain. Makan mie secukupnya aja deh.
  1. trishila assyifa anastasya effendy, on Desember 25, 2011 at 11:00 am said:
Ya allah..
Aku juga sering banget makan mie instan loh..
Ahh..aku gak mau lagi la makan mie instan..
Takut kayak anak itu tadi..
ya allah jangan sampek hamba kayak gitu lah..
Astaghfirullah..
Sehatkan lah hamba..
Hindarilah hamba dari segala penyakit..
Amien..amien..yarabbal alamien..
Subhanallah..
Moga adik itu cepat sembuh.. amienn..kasian banget..
Ehhh..katanya kalau habis makan mie instan itu harus banyak minum air putih yah..supaya zat nya larut..apa betul itu ?
pliss..coment ya..
  1. Putrawesi, on Desember 25, 2011 at 11:45 am said:
Mengenai bahaya mi instan ane dah tahu sejak lama cuma sampai sekarang belum bisa lepas 100% cuma bisa menguranginya saja. Dari dulu kalau saya masak mi instan bumbu yang saya gunakan selalu hanya 1/2. Sisanya ane buang. Selain itu ane lebih memilih mi kuah ketimbang yang goreng supaya bumbunya bisa larut di kuahnya dan biasanya kuahnya gak semua ane makan.
  1. arzhelia, on Januari 4, 2012 at 11:19 am said:
ngeri banget ternyata mie… ada ga mei yang terbuat dari kandungan alami..
  1. pradit, on Januari 5, 2012 at 2:33 pm said:
:Dminum susu setelah makan mie untuk menetralisir racun :D
  1. lady dy, on Januari 13, 2012 at 9:46 am said:
Oooooooo…….jadi mie yg beredar di Indonesia teh memang mengandung 2 bahan pengawet yg berbahaya itu yaa…walaupun katanya kadarnya masih dibawah ambang batas (siapa yang JAMIN dgn yang terkandung dalam mie yg sebenarnya!!!!!!!!!)….ini kata oom Wanandi itu lho!
Beda dgn yg di-import……..musti kudu aman dari bahan pengawet atawa penyedap berbahaya.
Artinya….hai orang2 Indonesia, makan (baca : BELI) tuh mie…..ente mau sakit keq atau mati sekalian….terserah ente. Yang penting : DAGANGAN GUWE LAKU!!!!……………gitu coy :P
  1. giE, on Januari 25, 2012 at 2:27 am said:
klo mie berbahaya, kenapa diproduksi???
secara jaman sekarang cari yg praktis…..
tolong diperjelas dan dan jika memang berbahaya lebih baik tidak diproduksi lagi. lebih menyelamatkan dan memnyehatkan.
trimakasih
  1. mohammadsubhan, on Januari 30, 2012 at 6:47 am said:
di Indonesia ini memang aneh. sudah jelas merusak kesehatan masih juga dijual bebas, seperti rokok, minuman keras, mie instan, dlsb.
Kasihan bgt rakyat indonesia,ga’ sadar,tau nya udh diracuni.. Hoi. BPOM indonesia kok goblok bgt yach…udh tau bhn nya beracun di lulusin jg..klo kerja tu pakai hati nurani dong,,dasar duit aja yg lo liat$$$ liat tu rakyat lo jd bodoh dan sakit2an…..
Parah ni INDONESIA……………
  1. limbuieu, on Februari 1, 2012 at 2:59 pm said:
Rakyat sehat dokter sekarat
  1. ch a adilina w, on Februari 2, 2012 at 8:13 am said:
SEGALA SESUATU YANG BERLEBIHAN MEMANG KEBANYAKAN HASILNYA PASTI TIDAK BAIK BAGI KESEHATAN, SOOO BEPIKIR BIJAKLAH DALAM MENGKONSUMSI MIE INSTAN MAUUUUU JUDUL/MERKNYA APA NAMANYA MAKANAN INSTAN PASTI ADA CAMPURAN2 LAIN U MENGAWETKAN , JADI KALO MAU MAKAN OR MEMBERI MAKAN YAAH HATI2 JANGAN KEBABLASAN NTAR KALO DAH KETLANJURAN NYALAHIN2 AJAH JADINYAA…SEMINGGU PALING BANYAK 1-2 KALI AJAH MUNKIN LEBIH BAIK YAAH ITU JG KALO KEPINGIN OR TERPAKSA…POKOE BIJAK2LAHHH
  1. brayand, on Februari 2, 2012 at 12:06 pm said:
Makasich Ўªãª ? Atas informasinya jadi nggak mäƙãπ mi lagi dech
  1. Kevin Pratama Putra, on Februari 2, 2012 at 12:09 pm said:
Aku jga sring mkan mie ni…
Gmna ya nnti’y dgn khdpan aq slnjt’y…
Huft…
  1. Hengki SKOM, RFPTM, on Februari 2, 2012 at 1:56 pm said:
Good article. Kalaupun makan mie instant usahakan maksimal sminggu 1-2x saja agar tubuh ada waktu cukup utk detox racun. Dan air rebusan wajib dibuang dan pakai 1/2 porsi bumbu saja
Ingat kanker salah satu penyakit kritis yg bisa menyebabkan hancurnya perekonomian. Hindari !
  1. risma aprilliani, on Februari 2, 2012 at 10:50 pm said:
اَسْتَغْفِرُاللَهَ الْعَظِيْمِ ……………
Mengerikan sekali……..harga terjangkau,tapi bahaya Ɣƍ harus kita terima besar sekali…..Tolong Ўªª untuk para pengusaha mi instan ĶåƖΦ bikin mi jgn pake bahan BERBAHAYA !!!
  1. renny, on Februari 3, 2012 at 2:51 pm said:
Setuju
  1. dwi, on Februari 4, 2012 at 5:34 pm said:
Apakah begitu bahaya indomei “mie kebanggan indonesia”…..
  1. hans, on Februari 5, 2012 at 10:58 am said:
Klo emank berbahaya bagi tubuh.. Seharusnya pemerintah melarang produksi indomie… Apakah bpom kita tdk ada ? Atau apakah karna indonesia hepeng mangatur nagara on ? Sehingga yg tdk wajar menjadi wajar ?? Mo jadi apa negara ini… Nga ada harapan sama sekali…
  1. jo, on Februari 9, 2012 at 4:57 pm said:
ya itulah orang2 indonesia, hanya mementingkan diri sendirir, tidak mementingkan yang lain, yang penting dapat untung yang banyak, gak peduli konsumennya terkena penyakit….
  1. gidion, on Februari 10, 2012 at 8:36 am said:
Waduuuh padahal mi sedap kan sedap
  1. ujat saputra, on Februari 11, 2012 at 12:00 am said:
Untuk menjaga kesehatan anak ,kita dan keluarga sebaiknya dan seharusnya kita tidak mengkonsumsi semua produk makanan yg di kemas karena pasti mengandung bahan pengawet yg dapat merusak tubuh kita.Mulai sekarang belajarlah dan biasakan mengkonsumsi makanan yg fresh dan alami yg dapat kita beli di pasar tradisional.Bila di luar negeri aj contoh me instan di nilai tidak layak konsumsi untuk kesehatan tubuh kenapa di indonesia masih dapat izin BPOM. Wahai pejabat BPOM pakailah hati nuranimu untuk mengeluarkan izin jangan karena uang rakyat indonesia jd sakit dan merusak generasi muda.
  1. cecilia, on Februari 12, 2012 at 4:04 pm said:
Gila!berarti mksdnya kita dikasih makan indomie yg jelek ( ° °|||)
Berarti makan sampah dunk (
`,´”)
  1. cecilia, on Februari 12, 2012 at 4:19 pm said:
Grrrrr!!!!pro n kontranya ga abis abis!
Intinya yg namanya mie tuh boleh dimakan,tapi ga sering” krn mie manapun instant ato ga :
1. susah dicerna lambung
2. Bisa ngembang
3.Pasti mengandung zat kimia!!(Ada yg ga tp cuma bbrp jenis yg tradisional)
N kenyataan ga brubah mw ditutupi gimanapun!mie instant (indomie khususnya yg ge dibahas)mengandung zat yg dianggap oleh(byk)negara maju diluar negri zat tersebut berbahaya!!!
Contoh dah kliatan,mending jaga” drpd ngalami kan
…mang bener zat” gitu ga cuma ada di mie,n saya juga suka mie tp slalu ada perubahan utk lbh baik.jadi yg buruk ditinggalin ja lho
  1. zee, on Februari 14, 2012 at 8:25 am said:
haiizzzzzzz…. malah jd adu argumen… udahlah kembali ke negara yg demokratis aja, yg mau mkn ya makan, yg ngga mau yaudah stop… aq udah sering baca artikel spt itu dr dlu, tp kdng2, malahan tadi pagi aq jg makan mie instan… lagian yg bikin kanker, bikin sakit, bikin mati jg bukan mie aja kok, stop mkn mie klo ngrokok tiap hari jg katanya cepet mati, tp produksi rokok gax pernah brenti tuw… jd ngapain ribet ttg mie… kaya gax ada yg lebih bahaya dr mie aja… hahaha… pizzzz bro sist… udalah “masing2″ aja… suka2 kalian lah mau mkn mie ato ngga…
  1. melani, on Februari 20, 2012 at 8:31 pm said:
Wah, gila bener, untung cepet2 baca. Mulai skrg aq jd males makan2an dari luar yg dibuat org lain. Mending bikin sndiri dan jg berhenti deh makan mie mie an. Takuut..
Enak aj mreka bilang indomie buat indonesia trnyata salah kirim ke thailand, mksudnya yg buat indonesia gpp ad pengawetnya!, mau bunuh org indonesia nih! Di indonesia kan mreka lulus uji, sebab yg nguji dan ngetesnya uda disogok duluan. Makanya Lolos. Huuuh.
Mulai skrg stop deh makan mie instan indomie atw apapun. Mending makan nasi+telur yg digoreng sendiri, lebih jelas dan murni kandungannya.
  1. Fecky, on Februari 21, 2012 at 3:50 am said:
Tolong dong bagi produsen mie instan jgn hanya mencari keuntungan/profit tp dilihat juga dari segi kesehatannya
  1. Ali AlmuZani, on Februari 21, 2012 at 5:56 am said:
Waduh harus di setop ni….!!! Aku setiap pagi sarapanya mei instan terus
  1. Anies Fitrianti, on Maret 8, 2012 at 11:49 am said:
.’.,hrUs ea mIe InsTan Gk Usah d produksI LgI aJ d IndonEsIA.,….
.’.,bIkIn raKyaT mEndErIta aJ.,…
@Anies; betullll banget tu2p aj semua pabrik mie di Indonesia biarkan rakyat makan nasi, ubi dan singkong aj dan ga perlu kerja di pabirk nongkrong aj jd preman
  1. Cahyantono Tri, on April 4, 2012 at 9:16 am said:
bahayanya barang dalam kemasan bila dikonsumsi
  1. amal al abroh, on April 17, 2012 at 12:17 am said:
tolonglah selamatkan warga negara Indonesia yang dibangun dengan tumpahan darah dan nyawa tegaslah pemerintahku
  1. iwul, on Mei 1, 2012 at 6:34 am said:
waduh kapan kita dpt makan makanan dengan tenang yan semua mengandung unsur serba berbahaya, kimia,,,kimia dan kimia lagi
  1. nanik, on Mei 11, 2012 at 9:29 am said:
Sehari yang lalu sy baru ikut pelatihan mengenai keamanan pangan di sana dibahas beberapa makanan yang berbahaya, ternasuk mie instant…. ternyata memang terbutti bahwa mie instant sumber penyakit. saya juga punya balita yang kadang sebulan sekali saya beri mie gorenga instant….waduhhhhh menyesalnya saya.
  1. mytharesthamy, on Mei 31, 2012 at 11:34 pm said:
mie instans tu bikin ketagihan… gak baik ! buat apa banyak vitamin ma kandungan gizinya..kalo banyak juga bahan bahayanya?… -,-
  1. AndrePanggabean.Com, on Juni 9, 2012 at 12:38 pm said:
“Dari DetikFinance diberitakan bahwa Sofyan Wanandi menyatakan kasus Indomie itu sekedar salah kirim. Indomie yang seharusnya untuk pasar Indonesia, ternyata terkirim ke Taiwan. Akibatnya, pemerintah Taiwan melarangnya karena mengandung Nipagin yang dilarang dipakai sebagai pengawet makanan di sana.”
parah sekali pemerintah ini.sebegitu jahatnya,sampai2 yg bahan2nya berbahaya ditujukan untuk indonesia, sedangkan yg bahan2nya bagus ditujukan untuk taiwan. ya Tuhan ckckckck tega sekali. semoga mendapat balasan setimpal dari Tuhan
  1. Andika, on Juli 29, 2012 at 4:29 am said:
Kontol Gue Semakin Panjang,,,
  1. fajrul, on Oktober 7, 2012 at 2:52 am said:
wah tnyt sangat bahaya, apalagi santri (seperti aku) yang notabene sebagai pendatang dari luar kota, susah kalo cari makan, dan disini juga saya di batasi oleh peraturan, (tidak boleh keluar malam)… kita disini makan seringya pake mie instan, hampir setiap malam 40% santri di sini makan mie instan lhgo!!!.. bagaimana solusinya yah>>>
sama, aku juga di ponpes hampir tiap hari makan mie instan.
  1. Miftah, on Oktober 19, 2012 at 6:02 am said:
kalau pengaruhnya terhadap penyakit mag gimana?
  1. telukdalam, on November 29, 2012 at 12:52 pm said:
waduh, itukan makanan favorit q……….
  1. lapak qanita.com, on Desember 20, 2012 at 3:58 pm said:
makasih informasinya
  1. Tommy Sudradjat, on April 25, 2013 at 3:22 am said:
Itu arti nya orang orang Indonesia lebih sakti dari orang orang Taiwan …!
  1. hanatokobato121, on September 27, 2013 at 7:28 am said:
A-aku kira semua orang Indo (kalo Taiwan sih… ya… entahlah) udah tau keseringan makan mie instan bahaya -_- Tinggal kedewasaan kita sendiri sama gimana orang tua membimbing apa yang boleh/tidak dimakan sama anaknya. Mie itu enak, nagih memang (namanya juga MSG), tapi ya diakalin konsumsinya… Kalo di rumahku aturannya harus dijarang-jarang makan mie, kalo beneran ga ada secuil nasi/lauk/sereal pun di rumah hehe
  1. angger, on September 28, 2013 at 4:07 pm said:
mau menanggapi…
kalau produk indofood itu salah kirim, seharusnya ke indonesia bukan ke taiwan jd mksdny gpp bahan berbahaya tersebut di konsumsi oleh orng indonesia?
  1. aryani, on November 4, 2013 at 12:08 am said:
Yuk mengkonsumsi makanan non MSG dan tanpa pengawet…kami hadirkan mie organik non MSG, aneka frozen food non MSG, kaldu non MSG, tepung bumbu krispi non MSG, dlll yuk intip blog kami http://www.serbasehat-ary.blogspot.com atau FB aryani’s serbashop… salam kenal
  1. peter soekamto, on November 7, 2013 at 10:52 am said:
Ini info yang benar.
Dalam kasus saya, tidak sampai kanker dan potong usus, tapi usus saya sudah tahap colitis (radang usus). Saat ini saya terus mengkonsumsi obat Salofalk (mesalazine)..
  1. Ravi Suliawan, on Desember 13, 2013 at 9:42 am said:
Menurut saya sih,, APA GAK ADA MAKANAN LAIN SELAIN INDOMIE??KALO HARI MENDUNG APA SALAHNYA BAWA PAYUNG WALAUPUN BELUM TENTU HUJAN..( Apa salahnya menghindari makan indomie walaupun setiap hari makan indomie juga belum tentu kena kanker). Gitu aja kok repot! Salam, Bu Kek Sian.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak persahabatan berupa komentar agar bisa menjalin relasi sebagai sesama blogger. Soalnya suka bingung, SILENT READER itu siapa saja, ya? :D